"Kita kan rugi sebenarnya, kan biayanya besar. Untuk sewa tempat aja Rp 500 juta. Tapi ini prestige walau kami rugi. Sebab acara ini memang kami selenggarakan untuk rakyat, makanya gratis," ucap Ketua Panitia Grace Mangundap di lokasi pameran, lapangan parkir timur Senayan, Jakpus, Senin (1/6/2015).
"Kita kan juga ada panggung hiburan, artis-artis terkenal kayak The Virgin dan lainnya. Semua untuk rakyat," imbuhnya.
Sebanyak 238 peserta dari UKM meminta uang sewanya dikembalikan karena sepinya pengunjung dan juga fasilitas yang tidak memadai. Hal tersebut, kata Grace, masih dalam pertimbangan.
"Refund masih pertimbangan. Setelah kami cek ternyata nggak semua minta refund, mereka minta dipindahin tempatnya saja. Kalau soal perjanjian kontrak semalam, secara hukum dia minta ada legalitas," tutur Grace.
Grace bersama Project Manager PT Pradana Gransindo Convex, Indra Maulana, petang tadi mengunjungi peserta stan dari UKM. Mereka ingin mengecek kebenaran mengenai siapa-siapa saja yang ingin mengajukan refund karena menuding ada provokator yang menyebabkan keributan.
"Kita mau tahu siapa-siapa aja yang mau refund. Karena semalam hanya perwakilan aja yang datang. Ternyata ini dari 238 stan itu nggak semua minta refund, mereka hanya minta pindah (stan-nya). Makanya kami didampingi kepolisian dan Satpol PP inspeksi. Tapi refund bukan solusi," jelas Indra di lokasi yang sama.
Saat turun ke lapangan, Grace dan Indra mendapat banyak komplain dari peserta stan UKM. Mereka mengeluhkan mulai dari listrik mati yang terjadi semalam, hingga berbagai kendala lainnya.
"Ini ada yang jual cendol 2 gentong sampai nggak bisa dijual karena listrik mati kemarin. Terus kemarin saya diminta bayar Rp 3,5 juta untuk stan, ditelepon sama yang katanya dari panitia. Saya abaikan. Stan sebelah saya udah bayar Rp 3,5 juta," keluh salah satu pemilik stan UKM.
Menurut Grace, biaya tambahan dikenakan bagi peserta UKM yang mendaftar belakangan. Alasannya adalah karena pihak panitia harus mencari tambahan tenda. Di lokasi sendiri sebenarnya masih terdapat sejumlah stan dan tenda yang kosong.
Belasan pedagang terlihat mengejar-ngejar Grace dan Indra yang melakukan pengecekan. Seorang pedagang kue pancong, Yani, bahkan tampak menumpahkan kekesalannya ke Grace.
"Kembalikan duit stan saya bu. Saya berhenti jualan hari pertama PRJ," tukas Yani kepada Grace.
Yani yang membayar biaya stan Rp 2 juta tersebut mengaku merugi Rp 5 juta karena pengunjung sepi sehingga barang dagangannya tak laku. "Ini acara tergila, 2 ember kue pancong 250 potong nggak laku. Saya nggak mau jualan di sini lagi," tutupnya.
(Elza Astari Retaduari/Mulya Nurbilkis)











































