"Makanya kita mau atasi itu. Begitu tambahan bus cukup, semua bus yang mau baik ikuti aturan kita dan yang nggak mau ikut kita tangkapin," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2015).
Mantan Bupati Belitung Timur itu menyebut aksi ugal-ugalan tersebut warisan dari kebijakan yang salah selama beberapa tahun ke belakang. "Ini akibat beberapa tahun kebijakan yang salah," lanjutnya.
"Kalau sekarang mereka belagu kan, kamu tangkapin saya bus jelek saja kamu nggak cukup. Jadi angkutan bus kita itu nggak cukup," imbuh Ahok.
Angkutan umum di Jakarta memang perlu direvolusi mengingat kelakuan para sopirnya yang semakin ngawur. Bahkan sesekali masih diajari oleh kernetnya untuk mengemudi.
Metro Mini tersebut bernomor 75 jurusan Pasar Minggu-Blok M. Diceritakan salah satu penumpang, Amin, Senin (1/6/2015) pagi, penumpang penuh sesak naik dari Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Di tengah perjalanan, sopir tersebut menghentikan laju kendaraannya ketika penumpang hendak turun dan melaju sebelum ada aba-aba dari kernetnya.
(Ayunda W Savitri/Ikhwanul Khabibi)











































