Banyak UKM di PRJ Senayan Ingin <i>Refund</i>, Panitia Tuding Ada Provokator

Banyak UKM di PRJ Senayan Ingin <i>Refund</i>, Panitia Tuding Ada Provokator

Elza Astari Retaduari - detikNews
Senin, 01 Jun 2015 18:33 WIB
Banyak UKM di PRJ Senayan Ingin Refund, Panitia Tuding Ada Provokator
Foto: Hasan Al Habsy/detikcom
Jakarta - Ratusan UKM yang menjadi peserta dalam Pesta Rakyat Jakarta (PRJ) Senayan kemarin malam mendemo pihak penyelenggara, PT Pradana Gransindo Convex. Mereka mengeluhkan listrik yang mati dan sepinya pengunjung.

Akibatnya, para UKM, terutama yang menjual makanan, merasa dirugikan karena tak adanya listrik. Dari 986, 238 stan UKM ingin keluar dan meminta uangnya dikembalikan.

"Itu bukan nggak dapat listrik tapi posisinya instalasi di sini kan lumayan sulit karena ini outdoor. Sekarang sudah semua. Saya nggak tahu kenapa begini, tampaknya ada provokator," ungkap Project Manager PT Pradana Gransindo Convex, Indra Maulana, di lokasi acara, Parkit Senayan, Jakpus, Senin (1/6/2015).

Indra pun mengakui bahwa tidak semua UKM gratis untuk ikut dalam acara ini. Hal tersebut dikarenakan Dinas UMKM DKI tidak memberikan data UMKM yang direkomendasikan untuk masuk sebagai peserta PRJ Senayan.

"Kita tawarkan gratis untuk UKM, dari awal aundiensi tapi dinas nggak mau kasih datanya karena takut sama pak Ahok karena pakai logo Pemprov dan penyelenggara swasta. Akhirnya yang gratis hanya perwakilan dari wilayah-wilayah (Kota Administrasi Jakarta), masing-masing wilayah 25 UKM yang gratis," ujar Indra.

Pihak penyelenggara akhirnya membuka pendaftaran melalui jalur pribadi kepada para UKM lainnya. Mereka menyebarkan brosur dengan menjual stan bagi UKM seharga Rp 2 juta.

"Semua harganya sama Rp 2 juta. Fasilitasnya 1 meja, 1 kursi plus listrik 100 watt. Tapi mereka biasanya kalau acara pameran dapat lebih dari itu. Makanya komplain. Kami belum tahu provokatornya, ini lagi kita cari. Makanya kami kami didampingi kepolisian dan Satpol PP inspeksi," tutur Indra.

"Kita juga mau tahu siapa-siapa aja yang mau refund. Karena semalam hanya perwakilan aja yang datang. Ternyata ini dari juga dari 238 stan itu nggak semua minta refund, mereka hanya minta pindah (stan-nya). Tapi refund bukan solusi," sambungnya.

Mengenai izin penyelenggaraan acara, Indra memastikan mereka sebagai pihak swasta mengurusnya sendiri. Itu menggunakan surat dukungan dari Wagub DKI Djarot Saiful Hidayat sebagai rekomendasi.

"Bermodalkan surat dukungan tadi, kita urus sendiri ijinnya. Kami ada kok ijin keramaian, ijin dari polisi. Kita berjalan nggak mungkin asal-asalan, sesuai skema. Kita ikuti rapat-rapat dari Biro ekonomi, biro pariwisata, Dinas UMKM. Ada parafnya. Kita didukung. Tapi kami usaha cari modal sendiri," tutup Indra.

(Elza Astari Retaduari/Rachmadin Ismail)


Berita Terkait