"Menurutku bukan dewi pencabut nyawa, tetapi dewi penyelamat bangsa," kata Mukhtar kepada detikcom, Senin (1/6/2015).
Lima vonis mati pertama dijatuhkan Sorta kepada pembunuh sadis tanpa perikemanusiaan. Bahkan tiga pelaku terakhir merupakan komplotan pembunuh sadis dan biadab yang menghabisi nyawa 7 orang lalu memutilasinya dan dagingnya dijadikan hidangan di warung tuak.
Dua vonis terakhir dijatuhkan kepada gembong narkoba yang membawa 8 ton ganja, Ibrahim dan Jamil. Dalam menjatuhkan vonis, Sorta dalam kondisi puasa dan dengan permintaan petunjuk dari Allah SWT untuk diberikan keadilan seadil-adilnya.
"Maju terus, Bu Hakim," ujar Mukhtar.
Dalam vonis yang dijatuhkan kepada Jamil (28/5), Sorta malah sedikit kaget karena Jamil ternyata menerima hukuman mati yang diberikan. Begitu memasuki ruangan tahanan, Jamil dengan wajah sumringah menyebutkan kepada rekan terdakwa lainnya kalau dirinya tidak banding. Ketika ditanya wartawan apa alasannya tidak melakukan upaya hukum, Jamil menjawab dengan santai.
"Berani hidup, harus berani mati," kata Jamil sembari tersenyum.ο»Ώ
(Andi Saputra/Nurul Hidayati)











































