Senin (1/6/2015) sekitar pukul 16.00 WIB sekretariat panitia pelaksana PRJ Senayan, PT Pradana Grasindo Convex, di Gelanggang renang Senayan didatangi puluhan orang pemilik stan PRJ. Mereka ingin bertemu panitia yang telah berjanji mengembalikan uang sewa stan sebesar Rp 2 juta.
"Jam 16.00 WIB ini rencananya mau ketemu orang EO (Event Organizer) untuk tanda tangan kontrak pengembalian uang sewa," kata seorang pemilik stan pada detikcom.
Ia bersama puluhan rekannya adalah pemiliki UKM yang dimintai biaya sewa stan sebesar Rp 2 juta selama PRJ ini berlangsung. Uang sudah diberikan namun fasilitas yang didapatkan tidak maksimal.
Misalnya tadi malam sebagian stan tidak mendapat pasokan listrik sehingga tak bisa menjual. Diah, seorang penjual bakso, mengaku merugi karena stannya tak mendapat aliran listrik dan akhirnya ia tak bisa berjualan.
"Kemarin saya mati listrik sampai freezer saya rusak. Es untuk jualan es teh juga mencair, jadi nggak bisa jualan. Rugi. Saya kesal karena tidak sesuai yang dijanjikan," kata Diah.
Massa peserta PRJ Senayn saat ini masih duduk-duduk di depan sekretariat panitia sambil menunggu panitia menemui mereka. detikcom mencoba menyambangi sekretariat panitia acara, hanya terlihat beberapa orang panitia.
Saat dimintai keterangan soal aksi penjual tersebut, panitia saling melempar tanggung jawab dan tak ada yang ingin menjelaskan. Mereka meminta detikcom menemui Project Managernya yang mereka sebut sedang berada di lokasi acara.
Beberapa penjual yang ikut aksi ini mengatakan mereka dijanjikan akan dikembalikan biaya sewa saat pameran sudah selesai yakni pada Jumat (5/6) mendatang. PRJ ini diresmikan Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat pada Sabtu (30/5) kemarin. Sehari setelahnya, pemilik stan langsung menyerbu sekretariat panitia karena listrik mati.
(Mulya Nurbilkis/Nograhany Widhi Koesmawardhani)











































