Dengan memakai sarung khas daerah ini dan dengan memakai ikat kepala, Menteri Arief jalan kaki dari pelabuhan ke arah lapangan Pancasila yang berjarak sekitar 300 meter, Senin (1/6/2015).
Sebelum berjalan kaki ke arah Lapangan Pancasila, Menteri Arief menerima plakat Pancasila dari seorang warga yang menenakan seragam jas putih, peci putih dan dasi mirip Soekarno.
Acara ini juga dimeriahkan dengan parade laut yang dilakukan para nelayan di sekitar Kota Ende. Ratusan nelayan yang datang dari pulau di sekitar Ende ini berbondong-bondong datang ke tepian pantai dengan memakai kapal.
Ada puluhan kapal yang berkonvoi dan masuk ke pantai yang ada di dekat Pelabuhan Ende. Para nelayan ini banyak yang memasang bendera merah putih di perahunya.
Setelah mendarat, keluarga nelayan ini langsung menuju acara karnaval yang ada di dekat pelabuhan. Mereka kemudian ikut berjalan kaki dari pelabuhan ke arah Lapangan Pancasila yang merupakan lokasi pusat perayaan Hari Lahir Pancasila ini.
Hari Lahir Pancasila memiliki arti penting bagi warga Ende. Karena di tempat inilah Soekarno memikirkan Pancasila. Saat itu Soekarno menju Ende karena menjadi tahanan Belanda. Soekarno berada di Ende dari 1934 hingga 1938.
(Nala Edwin/Niken Widya Yunita)











































