"Bunyi pasal keempat dari kesepakatan islah itu hanya mengatakan usulan dari Partai Golkar ditandatangani oleh DPP Partai Golkar yang diakui oleh KPU. Jelas itu seperti bom waktu yang siap meledak pada saatnya nanti," kata Bendahara Umum Golkar Munas Bali Bambang Soesatyo kepada detikcom, Senin (1/6/2016).
Alasannya, karena KPU sampai sekarang juga belum menentukan Golkar yang mana yang berhak meneken usulan pilkada. Belum lagi kerubutan yang bakal terjadi saat menentukan siapa calon yang akan diusung Partai Golkar.
"Kubu Ancol pasti akan berkeras calon yang diusung agar berkoalisi dengan KIH. Sementara kubu Bali pasti akan bertahan sang calon berkoalisi dengan KMP," kata Bambang.
Lalu apakah islah Golkar yang digagas Wapres Jusuf Kalla bakal bertahan hingga Golkar mengusung calon kepala daerah? Ataukah islah ini akan kandas karena ledakan yang dimaksud Bambang Soesatyo itu?
(Elvan Dany Sutrisno/Nurul Hidayati)











































