Menristek: Pengajar Pakai Ijazah Palsu Harus Dicopot, Ini Soal Moral!

Menristek: Pengajar Pakai Ijazah Palsu Harus Dicopot, Ini Soal Moral!

Herianto Batubara - detikNews
Senin, 01 Jun 2015 16:10 WIB
Menristek: Pengajar Pakai Ijazah Palsu Harus Dicopot, Ini Soal Moral!
Kupang, - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengatakan, para tenaga pendidik di pendidikan tinggi harus berintegritas. Siapapun yang ketahuan memakai ijazah palsu harus dicopot!

"Pendidikan tinggi harus menertibkan para pegawai di dalamnya supaya kompetensinya baik dengan cara mengecek kembali ijazah-ijazah para pegawai," kata Nasir.

Pernyataan itu disampaikan Nasir dalam diskusi bertema 'Membangun Sinergitas Antara Akademisi dengan Pemerintah untuk Mendukung Program Nawacita' di Kampus Undana, Kupang, NTT, Senin (1/6/2015). Di lokasi hadir Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Wakil Gubernur NTT Benny Litelnoni, dan Rektor Undana Fred Benu.

"Jangan sampai ijazah munculnya dengan gelap kuliahnya. Tidak tau kuliahnya, tahu-tahu sudah pegang gelar phd, insinyur, drs, mm, dan lain-lain. Jangan sampai terjadi," ucap mantan Rektor Undip ini.

"Saya sudah buat edaran, seluruh rektor, dosen dan pegawai, semua, supaya cek keabsahan ijazahnya. Kalau melanggar harus diberhentikan dari jabatannya. Ini menyangut moral. Dosen juga begitu, jangan sampai dosen yang mengajarkan kejujuran tapi berlaku tidak jujur," sambung Nasir menegaskan.

Nasir meminta semua pihak turut membantu dalam pemberantasan kasus jual beli ijazah dan ijazah palsu.

"Ijazah dikatakan palsu itu, pertama, tanpa kuliah, tanpa aktivitas, dia bisa dapat ijazah, bisa wisuda. Kedua dengan kuliah, tapi proses pembelajarannya nggak benar. Satu tahun sudah lulus sarjana. Terus kuliahnya seperti apa? Kalau itu banyak, tolong cek semua. Itu Harus kita bersihkan semuanya," imbuh Nasir.

(Herianto Batubara/Mega Putra Ratya)


Berita Terkait