Suasana Semangat dan Nostalgia di Pembukaan Gedung Baru PDIP

Peresmian Kantor PDIP

Suasana Semangat dan Nostalgia di Pembukaan Gedung Baru PDIP

Nur Khafifah - detikNews
Senin, 01 Jun 2015 16:09 WIB
Suasana Semangat dan Nostalgia di Pembukaan Gedung Baru PDIP
Jakarta - PDIP resmi menempati gedung barunya di Jl Diponegoro nomor 58, Menteng, Jakarta Pusat. Tanah ini memiliki sejarah penting bagi perkembangan PDIP, di mana di lokasi tersebut pernah terjadi pertumpahan darah.

Gedung 6 lantai ini diresmikan langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri dengan memencet tombol sirine. Mega kemudian membubuhkan tanda tangannya di atas prasasti yang bertuliskan tanggal peresmian gedung. Di atas tanda tangan Mega, dibubuhkan tulisan yang bernada motivasi. Berikut bunyinya:

'Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan nyalakan terus semangat perjuangan untuk membela ideologi Pancasila 1 Juni 1945. Dedication of life kita merupakan api nan tak kunjung padam, pantang surut, pantang menyerah, maju terus untuk kejayaan Indonesia raya tercinta'.

Usai membubuhkan tanda tangannya, Mega yang ditemani sejumlah tokoh PDIP seperti Menko PMK Puan Maharani, Mendagri Tjahjo Kumolo, Sekjen Hasto Kristiyanto, Wagub Djarot Saiful Hidayat. Mega kemudian memberikan sambutan untuk para kader PDIP di salah satu ruangan di lantai 2.

Putri Bung Karno ini lalu memotong tumpeng sebagai perayaan sederhana gedung baru ini. 5 Potongan tumpeng pertama diberikan kepada beberapa tokohPDIP. Di antaranya kepada Ari Batubara, Lexy, Mangara Siahaan, Teras Nara, dan Ribka Tjiptaning. Setelah potongan terakhir diserahkan, Mega tiba-tiba mencari seseorang bernama Rapeh. Ia akan menyerahkan sepotong tumpeng untuk perempuan itu.

Rapeh ternyata bukanlah orang baru di kalangan PDIP. Menurut pembawa acara, Dedi Gumelar, Rapeh adalah juru masak di kantor PDI sebelum insiden besar itu terjadi.

"Dia memegang dapur umum sebelum gedung ini dibangun. Dia lebih cinta pada dandangnya dari pada suaminya," ucap Dedi berseloroh di gedung PDIP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (1/6).

Sayangnya Rapeh tengah sibuk di belakang. Sehingga ia tak dapat menerima tumpeng langsung dari sang ketua umum. Penerimaan tumpeng itu diwakilkan oleh kadir lain bernama Sri.

(Nur Khafifah/Rina Atriana)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads