"Iya itu kan memang modus yang sering digunakan jaringan WN Nigeria untuk menyelundupkan narkoba," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Muhammad Iqbal kepada wartawan di ruangannya, Jakarta, Senin (1/6/2015).
Iqbal mengatakan, selain modus menelan kapsul sabu, jaringan narkoba sindikat Nigeria juga menggunakan modus body wrapping.
"Itu digunakan untuk mengelabui petugas," ungkapnya.
Chukwuma tiba-tiba mengamuk di Hotel Ibis, Tangerang, teempatnya menginap, pada Sabtu (30/5) pukul 21.30 WIB lalu. Ia lalu keluar dari kamar 105 dalam keadaan telanjang dan perutnya robek.
Sebelumnya, Chukwuma tiba di Bandara Soekarno-Hatta, pada Sabtu (30/5) sekitar pukul 06.00 WIB. Setibanya di bandara, pria tersebut langsung memesan kamar hotel tersebut seorang diri.
Diduga, karena tidak bisa 'menelurkan' kapsul sabu itu, Chukwuma kemudian membelek perutnya sendiri. Polisi juga menduga, Chukwuma dalam kondisi terpengaruh narkotika ketika merobek perutnya itu.
Hasil olah TKP, polisi menemukan 3 butir sabu kapsul dan pecahan kaca yang diduga digunakan Chukwuma untuk merobek perutnya sendiri. Selain di hotel, polisi juga menemukan 8 butir kapsul sabu di dalam usus Chukwuma yang terburai ketika berada di Tol Sedyatmo, Tangerang.
Diketahui, Chukwuma berlari ke Tol Sedyatmo yang berjarak cukup jauh dari hotel tempatnya menginap. Sebelum berlari ke tol tersebut, Chukwuma juga memecahkan kaca mobil di parkiran basement di hotel tersebut.
Chukwuma tewas setelah polisi mengevakuasinya dengan ambulans ke Rumah Sakit Umum Tangerang dalam keadaan usus terburai.
(Mei Amelia R/Mega Putra Ratya)










































