Juru Bicara Pansel KPK Betty Allisyahbana mengatakan, Pansel KPK akan melibatkan Polri, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk menelusuri jejak rekam calon pimpinan KPK. Jika calon yang lolos seleksi, dharapkan tidak bermasalah di kemudian hari saat menjabat pimpinan KPK.
"Ada beberapa usulan yang diajukan berbagai pihak, bahwa dilakukan penelusuran, melibatkan polisi, PPATK. Kalau sudah kita buat semacam clearance bahwa institusi itu kami sudah melakukan penelusuran dengan baik, sehingga pada saat menjabat itu tdk diungkit itu usulan dari KPK. Sudah melampaui rekam jejak itu, maka pidana masa lalu tidak akan diungkit, tetapi itu harus diakui kita hanya bisa memberi masukan karena wewenang yang kita miliki adalah memilih," kata Betty di Kantor Setneg, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (1/5/2015).
Tak hanya institusi itu, Pansel KPK juga akan melakukan penelusuran jejak rekam dengan melibatkan tim independen. "Di dalam wewenang kita adalah meyakinkan bahwa proses penelusuran berjalan dengan baik, dan teliti dan bekerjasama dengan lembaga seperti PPATK, kepolisian, kejaksaan, KPK, BIN dan penelusuran tim independen. Di luar itu ada hal-hal yang bisa kita usulkan ke presiden," jelas Betty.
Rencananya, lanjut Betty, pertemuan dengan berbagai pihak itu akan dilakukan pekan depan. "Nanti bertemu dengan Ketua PPATK, Kapolri, Jaksa Agung, BIN dan pimpinan KPK," katanya.
(Ray Jordan/Mega Putra Ratya)











































