Beberapa waktu lalu, stan-stan PRJ Senayan yang berada di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat, tergenang air akibat hujan deras. Listrik pun dimatikan agar tidak terjadi hal yang merugikan. Sayangnya panitia acara tidak ada yang datang untuk menjelaskan kepada peserta stan.
"Nggak heran. Emang susah ngehubungi panitia. Nggak ada yang mau ke sini," ungkap salah satu petugas stan, Sandy saat ditemui, Senin (1/6/2015).
Menurut Sandy, jika peserta memiliki kendala maka mereka harus selalu menghubungi panitia melalui telepon. Hal tersebut cukup mengecewakan bagi Sandy karena stannya merupakan salah satu brand sponsor yang mengeluarkan budget besar untuk ikut dalam acara ini.
"Jadi kita kalau kenapa-kenapa harus telepon. Itupun susah. Harus berkali-kali, pas ditelepon kita harus ganti nomor terus baru diangkat. Kalau nomor yang sama telepon kedua kali nggak akan diangkat," kata Sandy.
Booth Sandy sendiri merupakan stan portable mobil. Dalam perjanjian kontrak, peserta sudah akan mendapat listrik saat loading barang sehari sebelum PRJ Senayan dimulai yakni Jumat (29/5).
"Jadi pas hari pertama belum dapat listrik. Katanya sehari sebelumnya pas loading barang (H-1) udah dapat listrik, ternyata 24 jam berikutnya baru ada. Akhirnya kita pake genset sendiri. Pas acara udah mulai kita jam 2 siang baru ada listrik. Mobil kita mau masuk kemarin nggak bisa," jelasnya.
Senada dengan Sandy, seorang penjaga stan sosis, Patrick, juga menyatakan hal yang sama. Bahkan di kondisi stannya cukup mengenaskan karena colokan listrik untuk lampunya sangatlah tidak layak. Tidak ada bagian penjepit kabelnya.
"Susah ngehubungin, lighting lihat kayak gini. Kecewa promonya kurang, masuk GBK dan area sekitar cuma sponsor-aja aja yang ada keterangannya. Umbul-umbul PRJ nya sendiri nggak ada," tutur Patrick di lokasi yang sama.
"Nggak ada yang bisa dihubungi, bingung kalau mau hubungi panitia gimana. Nomor panitia ada tapi mailbox atau nggak diangkat. Sekretariat EO harusnya di venue, ini nggak ada. Adanya di luar. Disuruh ke sana agak repot karena jauh harus ninggalin stan," sambungnya.
Kekecewaan Patrick bukan hanya itu. Ia merasa kesal sebab UKM-UKM bisa menempati booth untuk sponsor yang dijual dengan harga besar. Booth UKM dipindahkan ke depan karena di bagian belakang tenda-tenda dicopot sebab kekurangan peserta.
"Kita bayar Rp 20 juta. UKM cuma Rp 2 juta dapat tempat yang sama. Malah ada UKM yang nempatin (booth) platinum yang seharga Rp 250 juta. Makanya kita kesal dan nuntut uang kita dibalikin karena nggak ada bedanya dengan UKM," keluh Patrick.
Sebelumnya listrik di arena PRJ Senayan sempat dimatikan karena lokasi terendam air hujan. Crew floor-floor area seperti yang sering ditemui dalam sebuah pameran tidak tampak di lokasi acara.
"Itu dia aneh, harusnya kan kalau pameran ada banyak crew yang mondar-mandir. Ini nggak ada," tutup Patrick.
(Elza Astari Retaduari/Rachmadin Ismail)











































