Nasir tiba di Desa Fatuteta, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Senin (1/6/2015) pagi. Di lokasi ada Wakil Gubernur NTT Benny Litelnoni, Bupati Kupang Ayub Titu Eki, dan pejabat setempat.
Dalam sambutannya, Ayub mengaku senang dikunjungi Nasir. "Kunjungan bapak ini sangat membantu kehidupan masyarakat Desa Fatuteta dalam rangka pengembangan ternak. "Kami harapkan agar kunjungan Bapak Menteri dapat meningkatkan produksi ternak di desa ini," katanya.
Dijelaskan Ayub, masyarakat Kupang sangat berharap agar ternak mereka bisa terus berkembang baik, sehingga perekonomian mereka meningkat."Kami sangat mendukug apa yang akan dilakukan bapak yang menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan produksi peternak dan petani di desa ini," ucapnya sekaligus mengakhiri sambutan.
Saat memberi sambutan, Nasir berkata, perlu ada perubahan dalam prilaku masyarakat sebagai petani dan peternak. Kini menurutnya, lewat teknologi, sapi dengan berat 200-300 Kg bisa dibuat dengan berat 700-800 Kg di usia 3 tahun.
"Ada 1.000 sapi ini, kita bisa buat agar bisa bunting bersama dengan rekayasa genetik. Sapi bapak bisa betina semua atau jantan semua. Ada caranya dan akan kita lakukan," ucap Nasir.
"Di sini (Kupang), padi dihasilkan sekitar 3 sampai 3,5 ton per hektare. Tapi bibit padi kami bisa hasilkan 9-10 ton. Lalu untuk musim kering, kita punya padi, namanya padi Gogo, bisa hasilkan 4-6 ton per hektare," sambungnya. Ia pun mengajak para petani menggunakan bibit padi tersebut.
Nasir lalu memperkenalkan Direktur Utama PT Karya Anugerah Rumpin Karnadi yang memiliki peternakan di Bogor, Jawa Barat.
"Pak Karnadi ini pengusaha yang punya dari 2 ekor sapi, sekarang menjadi 3.000 ekor dengan menggunakan kawin suntik," ucap Nasir. Karnadi lalu menjelaskan bagaimana menghasilkan sapi berkualitas.
"Sapi harus diberi makanan yang bagus sejak kecil, agar beratnya bisa mencapai 700-800 Kg. Selain itu, harus diberi obat-obatan, seperti obat cacing, agar sehat dan badannya berkembang dengan baik," ucap Karnadi. Pakan yang baik dan berkualitas menurutnya sangat menentukan.
"Kita harus punya optimisme untuk meningkatkan hasilkan pertani an," kata Menteri.
Pada kesempatan itu, Nasir memberikan benih padi Sidenuk & Gogo serta Sorghum kepada masyarakat dan Bupati Kupang. Ia berharap bantuan itu bisa meningkatkan kesejahteraan petani di NTT.
Nasir juga mencontohkan cara menanam padi tersebut, menanam bibit pohon jati, dan melakukan inseminasi buatan kepada sapi masyarakat agar lebih berkualitas. Sapi Nasir diberi nama Anita. Sedangkan sapi DKI Jakarta diberi nama Lestari, sapi Wagub NTT diberi nama Sari, dan sapi Bupati Kupang diberi nama Unggul.
(Herianto Batubara/Mega Putra Ratya)











































