Polda Riau Sita 5 Senpi dari 4 Rampok Lintas Provinsi

Polda Riau Sita 5 Senpi dari 4 Rampok Lintas Provinsi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Senin, 01 Jun 2015 13:56 WIB
Polda Riau Sita 5 Senpi dari 4 Rampok Lintas Provinsi
Pelaku perampokan berikut barang bukti. (Chaidir Anwar Tanjung/detikcom)
Pekanbaru - Unit Jatanras Polda Riau berhasil menyita 5 puncuk senjata api dari kawanan bandit yang kerap beaksi lintas provinsi di Pulau Sumatera. Senjata ini diperoleh dalam penyitaan di Kabupaten Sarolangun, Jambi.

Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo mengungkapkan hal itu dalam jumpa pers di Mapolda Riau, Senin (1/6/2015). Dia menjelaskan, sebelumnya tim sudah menangkap 4 pelaku di dua lokasi yang berbeda. Satu pelaku di tangkap di Sumatera Utara (Sumut) dan 3 lainnya di Bandung, Jawa Barat.

"Sepekan yang lalu mereka kita tangkap namun barang bukti senjata tidak ditemukan. Setelah dikembangkan, barulah terbongkar kalau senjata api mereka kumpulkan di markasnya di Sarolangun," kata Guntur.

Barang bukti yang berhasil disita, lanjut Guntur, 4 pucuk sejenis FN, satu senpi revolver rakitan. Selain itu puluhan butir peluru, belasan kartu ATM hasil rampokan dan dua unit sepeda motor.

"Mereka ini melakukan aksi perampokan secara sadis. Rata-rata korbannya mereka tembak dan tercatat dari sembilan orang yang mereka tembak satu di antaranya tewas," kata Guntur.

Hasil pemeriksaan keempat tersangka, lanjut Guntur, kawanan bandit lintas provinsi di Sumatera ini sudah melakukan aksinya 20 kali di wilayah Riau. Sasaran utamanya warga yang mengambil uang di bank.

"Mereka juga melakukan aksi perampokan di wilayah Jambi dan Sumatera Utara. Mereka ini bagian sindikat perampok yang juga gabungan dari Sumatera Selatan, Sumut, Jambi hingga ke Lampung," kata Guntur.

Saat ini Polda Riau masih mengembangkan sindikat bandit kelas kakap ini. Polda Riau terus melakukan koordinasi ke sejumlah Polda yang ada di Sumatera.

"Kita masih kembangkan untuk mengungkap jaringan lainnya. Karena aksi mereka selama ini tergolong sadis dan selalu menggunakan senjata api," kata Guntur.

Keempat perampok itu adalah, Bagong selaku otak pelaku, Ahmad Yani alias Endar, Budi Arianto alias Budi, Tedi Hariadi alias Edi Kunyuk serta Eka alias Suar.

(Chaidir Anwar Tanjung/Khairul Ikhwan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads