Peringatan hari lahir Pancasila pada 2015 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini perayaan hari lahir Pancasila digelar lebih meriah dan kental dengan nuansa Jawa. Antara lain dengan tampilnya kelompok karawitan dari sanggar seni 'Suryo Ndhadhari' lengkap dengan para pesinden bersuara merdu. Alunan gending dan tembang Jawa pun mengiringi peringatan hari lahir ke-70 Pancasila tahun ini.
Ada juga pembacaan riwayat perjuangan Bung Karno di zaman pergerakan hingga kemerdekaan, sejarah penggalian Pancasila, sampai pentingnya Pancasila dalam menjaga persatuan bangsa. Uniknya semua riwayat itu dibacakan dengan gaya 'goro-goro' yang merupakan salah satu sesi dalam seni wayang kulit. Dari Alun-alun Kota Blitar, peringatan hari lahir Pancasila dilanjutkan ke makam Bung Karno.
Tahun-tahun sebelumnya, hari lahir Pancasila tidak semeriah kali ini. Biasanya hari lahir Pancasila diperingati di gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Senayan, Jakarta.
Pada tahun 2011 misalnya peringatan ke-66 lahirnya Pancasila digelar di gedung MPR, Jakarta, dan dihadiri antara lain oleh Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, dan Presiden ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie.
Mereka diberi kesempatan berpidato secara bergiliran. Dalam pidatonya, Habibie banyak menyoroti mengenai penyebab nilai-nilai Pancasila yang seolah-olah diabaikan setelah era reformasi. Menurut dia, lahirnya reformasi yang diikuti gelombang demokrasi di satu sisi disambut dengan gembira.
"Namun bersamaan dengan kemajuan kehidupan demokrasi tersebut, ada sebuah pertanyaan mendasar yang perlu kita renungkan bersama: Di manakah Pancasila kini berada?" kata Habibie dalam pidatonya waktu itu.
Menurut Habibie, pertanyaan ini penting dikemukakan karena sejak reformasi 1998, Pancasila seolah-olah tenggelam dalam pusaran sejarah masa lalu yang tak lagi relevan untuk disertakan dalam dialektika reformasi. "Pancasila seolah hilang dari memori kolektif bangsa," kata dia.
Tahun-tahun sebelumnya, peringatan hari lahir Pancasila juga dilakukan di gedung MPR/DPR. Lain lagi dengan keluarga mendiang Presiden Soekarno. Putra bungsu Bung Karno, Guruh Soekarnoputra, biasanya menggelar peringatan hari lahir Pancasila di kediamannya, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan pimpinan Megawati Soekarnoputri juga beberapa kali menggelar peringatan hari lahir Pancasila di kantor Dewan Pimpinan Pusat di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Hari lahir Pancasila rutin diperingati sejak lahirnya era reformasi pada 1 Juni. Di masa Orde Baru hari lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 18 Agustus. Alasannya pada tanggal itulah Pancasila tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 dan resmi disahkan menjadi konstitusi negara. (Erwin Dariyanto/Nurul Hidayati)











































