Pantauan di Gedung Pemprov DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2015), Djarot didampingi Kepala BKD DKI Agus Suradika sempat mengelilingi ruangan yang terletak di lantai 20 tersebut.
Dalam kesempatan itu, Djarot memerintahkan agar para pegawai senantiasa memelihara kebersihan, termasuk berkas-berkas dalam kardus yang sudah lama dirapikan dan ditata kembali agar tidak bercampur dengan yang terbaru. "Ini nanti yang lama-lama dipisahin. Jangan ditumpuk begini ya biar gampang nyarinya," ujar Djarot menginstruksikan kepada salah seorang pegawai.
Setelah sekitar 15 menit berkeliling, Djarot dan Agus memberi keterangan kepada wartawan yang mengikutinya. Adapun alasan utama Djarot melakukan sidak ini untuk mendiskusikan keefektifan besarnya tunjangan kinerja daerah untuk setiap pegawai.
"Saya ke sini untuk melihat Harpitnas masih semangat atau tidak, alhamdulillah BKD ini bagus. Kedua, kerapihan (ruangan). Ketiga, misi utamanya sesuai arahan Pak Gubernur diskusi dengan BKD untuk mengevaluasi TKD dan kinerja masing-masing pegawai beserta seluruh komponen yang ada," terangnya.
Apabila masih ada pegawai yang nekat bolos bekerja maka sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) pihaknya akan memotong TKD mereka. Namun, Djarot menilai tidak bisa serta merta langsung memotongnya tanpa dikroscek dengan alasan ketidakhadiran.
"Sanksinya komponen TKD potong, apa ada alasannya alpa atau cuti atau sakit dilihat dan verifikasi dulu, sehingga komponen jelas. Kita lihat kinerja orang per orang," kata mantan Wali Kota Blitar tersebut.
"Kita lihat komponen dan indikator. Kemudian kita akan cek bagaimana performence kinerja riil dari yang bersangkutan secara random. Nggak mungkin ambil dari 78 ribu orang akan kita sesuaikan dengan berapa take home pay-nya. Dari perbandingan itu kita bisa evaluasi. Sistem ini sifatnya tidak statis, nanti ada penyempurnaan-penyempurnaan dengan tujuan stimulus PNS supaya bisa melayani dengan hati," jelasnya.
Menurut data yang diterima Agus Suradika, dari total 140 pegawai BKD ada 10 SKPD yang hari ini tidak masuk. Dia juga menjelaskan mengapa terdapat sejumlah kursi kosong di ruangannya.
"BKD dari 140 pegawai yang hadir 130 orang. 10 mereka cuti 3 orang, izin 2 orang orang tua dan anaknya sakit, tugas luar 1 orang, pendidikan 3 orang dan sakit 1 orang. Mengapa kosong ini sedang ada seleksi terbuka eselon I dan II, sebagian lagi rapat dengan Pak Sekda lalu ada yang konsul dengan Menpan) soal ASN," kata Agus.
(Ayunda W Savitri/Hestiana Dharmastuti)











































