Metro Mini tersebut bernomor 75 jurusan Pasar Minggu-Blok M. Diceritakan salah satu penumpang, Amin, Senin (1/6/2015) pagi, penumpang penuh sesak naik dari Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Di tengah perjalanan, sopir tersebut menghentikan laju kendaraannya ketika penumpang hendak turun dan melaju sebelum ada aba-aba dari kernetnya.
"Woi, dengerin dulu kalau sebelum jalan. Kalau dibilangin terus baru jalan, kalau tahan ya tahan," kata kernet tersebut sambil ditirukan Amin. Sopir yang posisi duduknya lebih rendah dari jok bus tersebut pun menurut.
Setelah itu, bus melaju kencang hingga ke perempatan Mangga Besar. Metro Mini tersebut tak melewati lampu merah namun memilih berputar di putaran Jl Raya Ragunan, Jaksel. Saat berputar, si sopir ABG itu sempat mengalami kesulitan saat memindahkan transmisi.
"Bisa nggak? Masukin gigi satu dulu. Tekan koplingnya," teriak kernet memberi petunjuk. Sempat tertahan selama lima menit, bus akhirnya kembali melaju.
Setelah itu, bus oranye tersebut masuk ke busway dan melaju kencang hingga ke Warung Buncit. Sesekali, kernet juga masih memberikan navigasi serta petunjuk mengemudikan kendaraan tersebut.
"Angkat koplingnya, jangan ditahan terus," teriak kernet sambil diiyakan oleh sopir muda berbaju hitam tersebut.
Para penumpang sangat menyayangkan hal ini. Menurut Amin, seharusnya sopir-sopir angkutan umum adalah orang-orang yang sudah terlatih mengendarainya. Sebab ada risiko kecelakaan selama perjalanan.
"Ngeri banget kalau nyawa kita dipercayakan sama anak-anak ABG tersebut," keluhnya.
Bagaimana pengalaman Anda bertemu dengan para sopir ABG atau sopir liar lainnya? Silakan berbagi ke redaksi@detik.com. Jangan lupa sertakan kontak dan foto sopir bila ada.
(Rachmadin Ismail/Nurul Hidayati)











































