Satpam ini bernama M Taufik (25), tertabrak kereta api di Rawa Buntu, Tangerang, Banten, Senin (1/6/2015) jelang pukul 07.00 WIB.
"Dia pulang jaga, mungkin dalam kondisi mengantuk," kata orang dekat Taufik bernama Edi yang awalnya menginformasikan lewat pasangmata.com.
Rencananya, Taufik hendak pulang ke rumahnya di RT 08/02 Rawa Buntu. Namun sepeda kayuhnya tak bisa mengantarkannya sampai rumah lantaran dihempaskan kereta.
Tubuh Taufik terpental sejauh 20 meter. Dia tewas dengan kondisi yang mengenaskan.
Lokasi kecelakaan itu sendiri tak jauh dari rumah Taufik, hanya sekitar 200 meter. Kini mayat Taufik sudah dibawa oleh petugas kepolisian setempat.
"Mendengar kabar itu, keluarganya histeris, pingsan. Adik-adiknya juga pingsan, orang tuanya pingsan," kata Edi.
Edi menuturkan, Taufik merupakan satpam bergaji sekitar Rp 1 juta yang harus menghidupi istri dan dua anaknya yang masih kecil, masing-masing berumur sekitar tiga dan satu tahun. Istrinya ibu rumah tangga tanpa bekerja.
Lokasi kecelakaan itu sendiri bukanlah pintu perlintasan kereta api, melainkan jalur yang biasa digunakan masyarakat setempat untuk sekadar lewat saja.
(Danu Damarjati/Prins David Saut)











































