"Beliau kan dulu juga Golkar, ayahnya juga masih Golkar, dan Ahok dibesarkan oleh Golkar. Kalau dia ingin mengenang kembali saat-saat dibesarkan Gollkar, tentu Golkar bisa lah membesarkannya," tutur Ketua DPD Golkar DKI, Zainuddin, kepada detikcom, Senin (1/6/2015.
Bila Ahok tidak maju lewat parpol, maka syarat maju sebagai calon independen cukup berat yakni mengumpulkan dukugan dalam bentuk fotokopi e-KTP sebanyak 750 ribu lembar. Zainuddin berpesan kepada Ahok agar teguh saja bila ingin maju di Pilgub DKI.
"Memang syarat itu terlalu berat. Yang penting, manakala seseorang sudah maju, jangan mundur," ujar Zainuddin yang juga pendukung Aburizal Bakrie (Ical) ini.
Golkar akan terbuka menampung calon kepala daerah, siapa saja. Namun tentunya, bila Ahok maju menjadi calon gubernur DKI 2017 usungan Golkar maka Ahok harus mengikuti prosedur Partai.
"Memang secara formal belum ada proses penjaringan. Proses itu akan dimulai pada 2016. Namun bila sekarang dilakukan komunikasi yang baik, maka kita akan menerimanya dengan respon yang baik," kata Ketua Fraksi Golkar di DPRD DKI ini.
Ahok terkesan tak memaksakan diri untuk berlaga di Pilgub DKI 2017 sebagai calon incumbent. Namun dia tetap membuka kemungkinan bila nantinya ada parpol yang ingin mendukungnya di Pilgub.
"Tergantung. Kalau ada parpol yang mau mencalonkan, kita terima," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (27/5).
(Danu Damarjati/Prins David Saut)











































