"Saat kejadian, Lapas Sibolga dijaga 7 orang terdiri dari 1 komandan jaga, 1 petugas wanita di blok wanita, 1 petugas menjaga napi yang sakit di RS umum, 2 petugas berjaga di blok dan 2 petugas berjaga di pengamanan pintu utama (P2U)," kata Kasubag Humas Ditjen PAS, Akbar Hadi melalui pesan singkat, Senin (1/6/2015).
"Saat itu, salah seorang petugas jaga di P2U sedang izin ke kantin. Lapas Sibolga dihuni 585 orang, sementara kapasitas hanya untuk 332 penghuni," tambahnya.
Akbar lalu menjelaskan, para napi tersebut memulai aksi melarikan dirinya usai ibadah gereja dan salat ashar di masjid. 9 Tahanan yang hendak kabur itu tak kembali ke bangsal, melainkan menuju pintu 3 yang tak terkunci.
"Mereka lanjut ke pintu dua, melihat kondisi pintu dua yang tertutup tapi tidak terkunci mendorong mereka melakukan penyerangan ke seorang petugas jaga. Setelah melakukan perlawanan, mereka melarikan diri melalui pintu utama," ucap Akbar.
4 Napi yang melarikan diri tersebut telah berhasil ditahan kembali, sementara 5 lainnya masih dalam pencarian oleh pihak kepolisian dan petugas Lapas. Para napi yang kabur tersebut terjerat kasus narkotika 4 orang dan pencurian 5 orang.
(Prins David Saut/Danu Damarjati)











































