Menteri Siti: 90% Makhluk Hidup di Sungai Ciliwung Sudah Rusak

- detikNews
Minggu, 31 Mei 2015 16:35 WIB
(Foto: dok detikcom)
Jakarta - Tengoklah ke Sungai Ciliwung. Aneka sampah rumah tangga mulai dari plastik sampai elektronik mengambang. Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar pun mengelus dada karena pencemaran di Sungai Ciliwung ini.

"Itu makhluk-makhluk hidup di Sungai Ciliwung 90 persennya sudah rusak," jelas Menteri Siti.

Hal itu disampaikan Menteri Siti dalam dialog Forum Senator untuk Rakyat bertajuk "Hutan Indonesia di Persimpangan Nawacita" di Bakoel Koffie, Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/5/2015). Hadir pula dalam dialog itu Ketua Komisi III DPD RI Parlindungan Purba, Direktur Kajian Walhi Pius Ginting, dan Ketua LSM Huma Chalid Muhammad.

Menteri Siti menambahkan, menangani pencemaran aliran sungai seperti di Ciliwung, harus dengan badan sungainya. Masalah sampah yang mencemari sungai dan sampah pada umumnya, juga menjadi perhatiannya.

"Kami sedang kerja keras betul untuk menurunkan UU Persampahan tahun 2008 yang di dalamnya berbunyi 5 tahun kemudian seluruh Pemda sudah mampu menyelesaikan masalah sampah. Itu susah sekali. Ini harus kita carikan jalan keluarnya," imbuh dia.

Pada dasarnya, menangani lingkungan tidak bisa hanya dengan satu elemen saja. Butuh kerja kolaborasi dari berbagai pihak.

"Pemerintah, aktivis juga harus terlibat. Seperti Jambul Kuning, itu sekarang sudah terkumpul 139 burung kakatua jambul kuning," tuturnya.

Sebelumnya, di Sungai Ciliwung sendiri, hari ini Kodam Jaya bersama sejumlah elemen melakukan kegiatan bersih-bersih Ciliwung. Tim yang secara berkala membersihkan Ciliwung pun punya pengalaman menemukan sampah-sampah aneh.

"Wah macam-macam sampah yang ada. Kadang yang nggak nggak kepikiran dibuang orang ternyata ada ditemuin," ujar tim LCR (Landing Crumb Rubber) atau perahu karet, Serda Waris, saat membersihkan Kali Ciliwung di wilayah Jl MT Haryono, Jaksel, Minggu (31/5/2015).

Menurut Waris, sampah yang sering ditemui tim kebersihan Kali Ciliwung mulai dari sampah plastik, lemari, kasur, rongsokan, kain-kain, pampers bayi, bahkan kulkas. Secara berkala menyusuri Kali Ciliwung, Waris juga sering menemukan hal-hal lucu.

"Seprai-seprai sering, pampers yang banyak, suka bikin nyangkut baling-baling perahu. Yang lucu kalau yang pada buang air di pinggir kali," ucap Waris sambil tertawa.

"Banyak pemulung juga pakai rakit suka cari sampah plastik bekas botol minum. Mereka kumpulin untuk dijual. Ada juga yang cari ikan. Kalau saya sering nemuin biawak, pernah dapat sampai 10 kg," tambah Sertu Waluyo yang juga merupakan tim LCR.

Kendala yang menjadi hambatan untuk bersihnya Kali Ciliwung, kata Waluyo, adalah karena masih banyak masyarakat yang kurang sadar kebersihan. Warga sekitar Kali Ciliwung masih saja kerap membuang sampah ke sungai sehingga sampah terus menerus ada.



(Nograhany Widhi Koesmawardhani/Nurul Hidayati)