Polisi Periksa Beras yang Diduga Plastik di Rumah Warga Semarang

Polisi Periksa Beras yang Diduga Plastik di Rumah Warga Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Minggu, 31 Mei 2015 14:36 WIB
Polisi Periksa Beras yang Diduga Plastik di Rumah Warga Semarang
Semarang - Ngatemi (46) warga Jalan Gedongsongo Barat RT 1 RW 2, Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat memanggil tetangga-tetangganya karena mendapati plastik di beras yang ia masak. Kabar itu terdengar hingga Unit Tipiter Polrestabes Semarang datang memeriksa nasi milik Ngatemi.

Awalnya Ngatemi tidak curiga dengan beras yang dimasaknya itu meski hasilnya lebih lembek dari biasanya ia menanak nasi. Setelah tiga kali menanak beras tersebut, ia mulai curiga dan mengamati, ternyata dia menemukan potongan plastik kecil yang keruh.

"Saya beli hari Kamis. Hari Jumat Sabtu saya masak juga benyek tapi tetep dimakan. Tapi saya tidak curiga. Terus tadi pagi habis dimasak saya angkat mau dimasak ke dandang, ada plastik, ya lembaran kecil sekali, buthek (keruh)," kata Ngatemi kepada detikcom, Minggu (31/5/2015).

Melihat hal itu ia langsung memanggil suaminya, Susanto (47) untuk melihat. Para tetangga pun diminta datang untuk melihat dan membuktikan. Beberapa bahkan ada yang mencoba membakarnya untuk pembuktian.

"Saya tanya ibu-ibu di sini katanya memang ada plastiknya. Takutnya itu saya dikira mengada-ada. Terus bapak-bapak yang membakar itu katanya bau plastik," terangnya.

Meski demikian saat dites dengan cara dicelupkan di dalam air, ternyata beras tersebut tenggelam, padahal jika terbuat dari plastik akan mengambang. Muncul dugaan kalau beras plastik tersebut bercampur dengan beras asli.

Kabar tersebut sampai ke pihak kepolisian hingga akhirnya petugas yang dipimpin Kanit Tipiter Polrestabes Semarang, AKP Agus datang ke rumah Ngatemi. Di sana polisi meminta keterangan dan mengambil sample.

Kemudian polisi juga menyambangi warung Bu Marta, tempat Ngatemi membeli beras. Di sana diperiksa beras bermerek C4 dan Bunga Matahari karena dua beras tersebut yang dicampur Ngatemi saat memasak.

"Saya kulaknya di Pasar Karangayu," kata Marta saat ditanya polisi.

Sementara itu AKP Agus mengatakan pihaknya saat ini mengambil sample dan belum bisa menyimpulkan apakah benar beras tersebut mengandung plastik atau tidak. Sample beras yang diambil nantinya akan diuji di laboratorium terlebih dahulu.

"Sementara kita baru lihat wujud beras yang sudah dimasak. Kita tunggu perintah pimpinan. Ini kita lab kan dulu, tapi sejauh ini belum mengarah ke situ (beras plastik)," tandas Agus.



(Angling Adhitya Purbaya/Ikhwanul Khabibi)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads