Nasir tiba di Institut Agama Islam Bani Fattah, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (31/5/2015) pukul 11.20 WIB. Di lokasi tengah ada acara wisuda ke-III lembaga pendidikan tersebut. Ia disambut Rektor Insitut Agama Islam Bani Fattah H Abd Kholiq Hasan, Ketua DPRD Jawa Timur Abdul Halim Iskandar, dan lainnya.
Di awal sambutan, Nasir mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan dengan baik. Katanya, kelulusan merupakan langkah awal dalam menapak perjalanan karier ke depan.
"Kelulusan yang telah saudara raih merupakan modal dasar sebagai sarana untuk menghadapi persaingan dalam menempuh karier dan kehidupan di masyarakat," kata Nasir. Ia kemudian menyampaikan orasi ilmiah dengan tema 'Inovasi Sebagai Pendorong Ekonomi Pengetahuan Menuju Bangsa yang Berdaya Saing'.
Dijelaskan Nasir, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, serta transportasi semakin mendekatkan jarak antar negara. Perdagangan barang dan jasa semakin mudah karena batas-batas negara semakin hilang.
Karenanya, setiap negara dihadapkan pada tantangan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing di antara bangsa-bangsa lain demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan sekaligus kesejahteraan masyarakat.
Menurut Nasir, perbedaan budaya, bahasa, gaya hidup, dan cara berfikir yang dimiliki setiap negara bukanlah hambatan untuk bersaing. "Sebaliknya, perbedaan tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan secara kreatif dan konstruktif untuk meningkatkan kualitas kehidupan bangsa melalui karya-karya inovasi," ucapnya.
Inovasi, lanjut Nasir, merupakan salah satu ukuran kemajuan, daya saing, prospek, dan kemandirian suatu negara. Oleh karena itu, insan berpendidikan tinggi memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan daya saing bangsa lewat inovasi-inovasi baru yang memiliki nilai tambah ekonomis.
"Dalam era penuh persaingan seperti sekarang ini, perguruan tinggi dituntut mampu menghasilkan lulusan yang berkarakter dan berdaya saing," imbuh Nasir. Hal itu menurutnya hanya bisa diwujudkan dengan meningkatkan daya saing dan menghasilkan inovasi melalui penelitian.
"Kehandalan sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan dan teknologi jika dibarengi dengan penguatan ekonomi berbasis industri dan ekonomi berbasis inovasi maka akan menjadi kekuatan yang luar biasa bagi terwujudnya Indonesia menjadi negara mandiri," jelas Nasir.
"Dengan kekayaan sumber daya alam dan ditunjang bonus demografinya, jika modal ini dapat dikelola dengan baik, tidaklah berlebihan apabila kita berharap Indonesia akan dapat menjadi lima besar kekuatan ekonomi dunia di masa mendatang," sambung Nasir.
Ditambahkan Nasir, dirinya berpesan kepada seluruh mahasiswa agar terus meningkatkan pendidikan. "Tapi ingat, makin naik ilmu kita, jangan makin sombong. Harus selalu minta petunjuk sama Allah," imbuhnya disertai tepuk tangan riuh.
(Herianto Batubara/Ikhwanul Khabibi)










































