Cerita Wayang Ki Cahyo: Perang Baratayuda dan Nilai Pancasila

Cerita Wayang Ki Cahyo: Perang Baratayuda dan Nilai Pancasila

Hardani Triyoga - detikNews
Minggu, 31 Mei 2015 03:01 WIB
Cerita Wayang Ki Cahyo: Perang Baratayuda dan Nilai Pancasila
Blitar, - Memperingati hari kelahiran Pancasila, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Pemerintah Kota Blitar menggelar sejumlah rangkaian acara. Salah satunya malam ini yaitu pagelaran wayang kulit lakon Pandowo Boyong dengan dalang Ki Cahyo Kuntadi.

Ada pesan cerita yang disuguhkan Ki Cahyo yang akrab disapa Yoyok. Perjuangan melawan kejahatan pasca peperangan untuk kemerdekaan selalu ada. Jati diri yang menjadi dasar nilai bangsa seperti Pancasila untuk Indonesia diperlukan.

"Nilai Pancasila harus diterapkan untuk dasar kehidupan negara. Dulu perang Baratayuda, sekang perjuangan yang benar di era sekarang. Selalu ada ujian," kata Yoyok di halaman Walikota Blitar, Jawa Timur, Sabtu (30/5/2015).

Dalam suguhan aksinya, dalang asli Blitar ini mengambil sudut cerita Perang Baratayuda yang bisa menghadapi Tegal Kurusetra. Para Pandawa sebagai pihak yang benar berhasil menumpas Duryudana dan kawan-kawannya.

Hal ini berimbas dendam dari Prabu Drestarasta yang ingin membalas amarah kepada pandawa karena kematian anaknya.

Namun, kemenangan Pandawa dalam perang Baratayuda mesti membuatnya hijrah ke suatu kadipaten bernama Negara Astina. Di Astina ini, Pandawa bertemu dengan Drestarasta.

Aroma balas dendam Drestarasta bisa tercium Bima. Keinginan busuk ayah dari Durduyana ini bisa digagalkan.

Perjuangan melawan kejahatan tidak berhenti. Ujian untuk Pandawa masih berlanjut ketika pihak kurawa yaitu Kertawarma dan Aswatama ingin mencelakai Pandawa.

Sadar tidak bisa melawan secara langsung, mereka mengincar keluarga Pandawa sebagai titik lemah. Perlahan bisa berhasil. Tapi, yang namanya kejahatan akhirnya akan kalah dengan kebaikan.

Aswatama dan Kertawarma pun berakhir tewas yang salah satunya di tangan Bima.

Berhasil menguasai Astina, Pandawa tetap bertekad menjaga nilai prinsip perjuangan untuk membawa kemakmuran yang adil.

Dalam acara pagelaran ini, Yoyok tetap tampil stabil dan semangat meski sampai larut malam. Ratusan pengunjung yang penasaran pun berdatangan ke Halaman kantor Walikota Blitar.

Area halaman dalam serta jalanan dekat alun-alun Kota Blitar terlihat penuh. Apalagi di luar kantor Walikota Blitar disediakan layar besar untuk pengunjung di jalanan.

(Hardani Triyoga/Mega Putra Ratya)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads