Bima Arya memberikan dukungan pada para peserta lomba yang terdiri dari relawan Komunitas Peduli Ciliwung dan perwakilan peserta dari 13 kelurahan. Dalam sambutannya dia mengatakan kebersihan kota itu bisa dilihat dari sungainya.
"Kalau ingin menilai sebuah kota, lihat sungainya. Jika sungai di kota itu bersih, artinya masyarakat di kota itu saling pengertiannya tinggi. Membuang sampah di sungai itu meracuni kehidupan, banyak yang dirugikan karena air itu sumber kehidupan, lomba ini terus meningkatkan kesadaran pribadi dan bersama," ujar Bima di depan ratusan peserta di Plasa Balaikota, Sabtu (30/5/2015). Hadir pula dalam acara ini Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat.
Ia pun menggambarkan betapa kontrasnya perbedaan kondisi sungai di luar negeri. "Ketika hadir di forum ICLEI di Swiss, saya melihat sungainya bersih, melihat banyak peserta kegiatan ini saya optimis sungai-sungai di Bogor bisa seperti di Swiss," kata Bima Arya.
Oleh karena itu, Bima berharap, lomba mulung sampah ini mengubah kultur masyarakat, terutama kebiasaan membuang sampah ke sungai.
Di kesempatan yang sama, koordinator lomba Muhammad Muslic mengatakan selama enam kali penyelenggaraan lomba mulung ribuan warga kota Bogor telah mengangkat sampah sebanyak 11.435 karung ukuran 25-50 kg. "Pada penyelenggaraan tahun 2014, 1.987 warga mengangkat 2.089 karung berisi sampah anorganik dari Ciliwung," ujar Muslich. (Salmah Muslimah/Gagah Wijoseno)











































