"Keributan terjadi di area depan kawasan Mal Of Indonesia, yang disebabkan karena kesalahpahaman antara 1 oknum security dengan 2 orang anggota kelompok ormas," kata General Manager Mall Of Indonesia, Frans K. Arsianto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/5/2015).
Frans menuturkan bahwa pada pukul 15.45 WIB, kesalahpahaman sudah teratasi oleh kepolisian dan instansi keamanan lainnya. Keributan ini mengakibatkan kerugian materiil namun tidak ada korban jiwa.
"Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa dan luka-luka. Akibat kejadian tersebut ada sekitar 2 kendaraan rusak minor (kaca retak dan sedikit penyok) yang diparkir dekat dengan lokasi kejadian akibat lemparan batu dari luar Area MOI," ucapnya.
Pada pukul 16.00 WIB, keadaan situasi kemanan di area MOI dan sekitar aman terkendali. MOI pada hari ini dan seterusnya akan buka seperti biasa.
"Management menyatakan hari ini dan seterusnya, bahwa Mall of Indonesia tetap beroperasi secara normal dan toko-toko tetap beraktifitas seperti biasanya. Management Mall of Indonesia mengucapkan terima kasih atas bantuan semua pihak," tutup Frans.
Sebelumnya, pihak kepolisian menyebut kericuhan dipicu aksi pemukulan 2 anggota Front Betawi Rempug (FBR) oleh satpam MOI. Sebanyak 12 orang ditetapkan sebagai tersangka.
(Tiarakami13/Ayunda W Savitri)











































