"Ya saya sudah dengar laporannya. Tapi secara pasti belum tahu, belum dipastikan itu tomcat atau bukan," ujar Ika saat dihubungi detikcom, Jumat (29/5/2015) malam.
Sebagai bentuk tindakannya, Ika pun telah melaporkan ini kepada Dinas Kesehatan untuk didalami lebih lanjut. Menyoal penyebabnya, menurut Camat Cengkareng Ali Maulana tomcat tersebut datang dari rawa-rawa di sekitar rusun.
Namun, Ika belum dapat memastikan kebenaran tersebut. "Kurang tahu ya, tapi kita sudah lapor ke (Dinas) Kesehatan itu," terangnya.
Dia pun berpesan agar warga di seluruh rusun yang tersebar di Jakarta waspada dan tetap menjaga kebersihan lingkungannya. Sebab, hal itu diperlukan untuk menghindari kejadian serupa ke depannya.
"Warga juga menjaga kalau ada nyamuk-nyamuk dan semut. Juga untuk menjaga kesehatan," tutup Ika.
Seorang warga, Misliah (61) mengaku terkena tomcat sejak seminggu lalu. Menurutnya, binatang tersebut masuk dari celah-celah dinding yang bolong. "Tomcatnya nyerangnya pagi, siang malam. Mereka ada di kamar, di dapur di kamar mandi. Muncul dari lubang tembok yang bolong," terang Misliah kepada wartawan.
Menurut Misliah, banyak penghuni yang mengungsi ke tower lain. Tetapi, keadaanya ternyata lebih buruk. "Banyak yang mengungsi tetapi di setiap tower juga ada dan lebih banyak," tegas Misliah sambil menahan sakit.
(Ayunda W Savitri/Tiarakami13)











































