GP Ansor Gelar Sanlat untuk Siswa yang Akan Masuk Perguruan Tinggi

GP Ansor Gelar Sanlat untuk Siswa yang Akan Masuk Perguruan Tinggi

Mega Putra Ratya - detikNews
Sabtu, 30 Mei 2015 01:24 WIB
GP Ansor Gelar Sanlat untuk Siswa yang Akan Masuk Perguruan Tinggi
Jakarta - GP Ansor melalui Yayasan Mata Air menggelar Pesantren Kilat-Bimbingan Pasca Ujian Nasional (Sanlat-BPUN) dalam rangka persiapan masuk perguruan tinggi negeri 2015 di 51 kabupaten/kota. Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid saat menggelar Acara Video Conference dengan peserta Sanlat di 12 kota mengatakan, gagasan menggelar Sanlat BPUN pertama kali lahir tahun 2007 di tiga kota, yakni Kudus, Demak dan Jepara.

"Dulu basisnya dapil saya sebagai anggota DPR. Dengan program utama pendampingan pasca UN di Ponpes. Kemudian sejak jadi ketua GP Ansor, kegiatan ini dilakukan tiap tahun kita laksanakan di 51 kota," ujar Nusron saat video conference dengan peserta Sanlat BPUN di gedung GP Ansor, Jakarta, Jumat (29/5/2015).

Peserta Sanlat yang melakukan video converence itu yakni dari yakni Surabaya, Jombang, Malang, Ngawi, Kudus, Semarang, Karanganyar, Yogyakarta, Cirebon, Bandung, Serang an Pontianak. Hadir dalam acara tersebut Menristek Dikti M Nasir dan Mendikbud Anies Baswedan.

Sanlat tersebut, kata Nusron, digelar selama sebulan sejak April lalu dengan tema Education for Better Future. GP Ansor bekerjasama dengan Yayasan Mata Air, Kemenristek Dikti, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

Sebelum acara, terjadi insiden korsleting listrik dan mati lampu sekitar pukul 18.30 WIB. Namun ini tidak mengurangi kekhidmatan acara lantaran ketiga tokoh yang hadir tetap antusias. Ketua GP Ansor Nusron Wahid menyambut hangat Menristek Dikti M Nasir dan Mendikbud Anies yang masuk ke gedung GP Ansor di tengah kegelapan. Acara pun berlangsung dalam suasana gelap dengan pencayaan terbatas melalui genset.

Nusron mengingatkan pentingnya pendidikan bagi masyarakat Indonesia. Menurut Nusron, kemiskinan dan ketertinggalan bisa diatasi dengan memberikan akses kepada masyarakat.

"Sebab kemiskinan, ketimpangan ekonomi hanya bisa diatasi dengan membuka akses ekonomi dan pendidikan seluas luasnya kepada masyarakat," ujar Nusron.

"Salah satu akses terpenting itu adalah pendidikan," sambungnya.

Sementara itu, Menristek Dikti M Nasir mengatakan, semua calon mahasiswa harus punya keyakinan untuk bisa meraih cita-cita yang diimpikan. Nasir mencontohkan pengalamannya sendiri yang tidak pernah membayangkan bakal jadi menteri.

"Saya santri salafi belajar agama saja. Saya hanya ikut ujian persamaan di pondok pesantren. Saya hanya banyak berdoa. Kemudian karena Allah menghendaki saya bisa melanjutkan ke perguruan tinggi," tutur Nasir.

Adapun Mendikbud Anies Baswedan meminta agar para calon mahasiswa jangan melupakan kesehatan saat ujian masuk perguruan tinggi negeri. Sebab sekeras apa pun belajar, tidak akan bisa sukses kalau pas saat ujian tidak fit dan sakit.
β€Ž
"Kemudian jangan lupa juga untuk memikirkan masa depan. Bagaimana 50 tahun ke depan. Sebab pendidikan saat ini diarahkan untuk hasil masa depan yang jauh," tandas Anies.

(Mega Putra Ratya/Tiarakami13)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads