Acara pameran ini digelar di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, mulai hari ini, Jumat (29/5/2015) hingga 2 Juni. Soal kreativitas masyarakat, Ahok berpesan dalam sambutan pembukaan, ada kreativitas yang musti diatur. Apa itu?
"Kita yakin kalau negara maju mesti kreatif. Tapi kalau kreatif yang berbahaya mesti dicegah yakni kreatif dalam hal makanan, minuman, kosmetik. Itu mesti lapor BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dulu, mesti didaftar, kita tidak ingin banyak yang jadi korban," pesan Ahok dalam sambutannya disambut tawa santai yang hadir.
Ahok ingin agar pekan pameran produk kreatif ini tak hanya berakhir pada pameran saja, seperti yang sudah-sudah. Pihak terkait harus bisa menerjemahkan produk-produk itu dalam skala bisnis.
Dalam acara ini, Ahok diberi suvenir berupa produk alat musik khas Betawi, yakni alat musik gesek Tehyan. Bentuknya mirip biola, namun mempunyai tabung resonansi dari batok kelapa. Ahok diajari mencoba menggesek alat musik ini oleh si pembuat. Namun Ahok agaknya kesulitan karena bunyinya tak terlalu nyaring.
"Kayak potong ayam tapi nggak putus-putus (lehernya) nih," kata Ahok bercanda sedikit geleng-geleng menggesek alat musik tehyan.
Lantas Ahok berkeliling melihat stand pameran produk kreatif. Dia melihat produk teknologi CCTV, kerajinan tangan, hingga produk lampu Light Emitting Diode (LED).
Ada kerajinan tangan dari 'Oshibana' yang menyajikan bunga yang dikeringkan dan dibikin hiasan. Seni 'pressed flower' ini berasal dari Jepang. Stan ini dikunjungi Ahok. Ada pula Stan' Kagenamo Softdrink Craft' yang menyajikan kerajinan hiasan beraneka bentuk dari kaleng bekas air minum.
Setelah puas berkeliling stan pameran, Ahok diminta foto bersama di pojok foto yang disediakan. Ada lima orang SPG sudah menunggu sejak awal Ahok berkeliling stand. Mereka terus mengikuti Ahok, ternyata gadis-gadis ini ingin selfie bareng Sang Gubernur.
Mereka berlima adalah SPG Bank DKI. Perempuan-perempuan berumur sekitar awal 20 tahun ini mengenakan kaos putih ketat, rok mini merah, dengan rambut tergerai. Terlebih dahulu, mereka meminta kesediaan Ahok berfoto bersama. Salah satu dari mereka mengeluarkan ponsel pintarnya.
Jepret, jadilah foto selfie mereka. Setelah itu, mereka berfoto bersama namun bukan dengan kamera di tangan mereka lagi.
Pameran ini digelar oleh Dinas Perindustrian Energi dan Pedagangan DKI, tanpa APBD. Mereka menggelar acara ini menggunakan dana sponsor. Ada 247 peserta yang ikut pameran ini. (Danu Damarjati/Gagah Wijoseno)











































