BIN: Waspadai Terorisme dan Separatisme dalam Pilkada
Jumat, 18 Feb 2005 02:08 WIB
Jakarta - Ada 3 hal penting yang harus diwaspadai dalam lingkungan strategis yang dapat mempengaruhi Pilkada. Tiga hal tersebut yaitu terorisme internasional, gerakan radikalisme, dan gerakan separatis.Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Kepala BIN, As'at Said ketika menyampaikan paparan tentang antisipasi Pilkada dari ancaman luar, dalam acara Rencana Kerja Sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Gedung Depdagri, Jl.Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis malam (17/2/2005)."Terorisme internasional yang dimaksud adalah yang memiliki jalur lintas negara, terutama kelompok anti Amerika, karena mereka menolak demokrasi," jelas As'at dalam penjabarannya.Untuk gerakan radikalisme, menurut Waka BIN, yang dimaksud adalah satu gerakan yang berlatar belakang primordial serta ideologi di luar Pancasila, baik berdiri sendiri maupun keterkaitan dengan luar negeri. Sedangkan untuk gerakan separatis, lanjut As'at, yang dimaksud adalah suatu gerakan yang berusaha memisahkan diri dari NKRI dan selalu menggunakan berbagai cara untuk meraih dukungan internasional."Gerakan-gerakan ini berpotensi untuk mengacaukan pelaksanaan Pilkada," kata As'at.Dalam pertemuan yang dihadiri juga oleh Mendagri dan Menko Polhukam tersebut, BIN memberikan rekomendasi pada pemerintah dengan tujuan lancarnya pelaksanaan Pilkada."Perlu sebuah forum komunikasi antara pemerintah dengan pihak-pihak yang terkait pelaksanaan Pilkada," kata As'at.Sedangkan rekomendasi kedua, menurut As'at, adalah mengintensifkan kembali peran Kominda, Kemuspidaan serta criminal justice system. Waka BIN juga menambahkan, saat ini ada beberapa LSM yang berorientasi pada pihak asing. "Ini dapat membahayakan pelaksanaan demokratisasi di Indonesia karena asing akan turut campur dalam pelaksanaan demokratisasi tersebut," katanya.
(ast/)











































