Pantauan di lokasi, Jumat (29/5/2015), serangga berbahaya tersebut terlihat di delapan tower rusun yang berdiri sejak Desember 2014. Akibatnya, para warga rusun mengeluhkan badannya gatal-gatal hingga melepuh.
Salah satu warga, Misliah (61) warga tower H itu mengutarakan terkena tomcat sejak seminggu lalu. Menurutnya, binatang tersebut masuk dari celah-celah dinding yang bolong.
"Tomcatnya nyerangnya pagi, siang malam. Mereka ada di kamar, di dapur di kamar mandi. Muncul dari lubang tembok yang bolong," terang Misliah kepada wartawan.
Misliah menuturkan, akibat kejadian tersebut banyak penghuni yang mengungsi ke tower selanjutnya. Tetapi, keadaanya ternyata lebih buruk.
โBanyak yang mengungsi, tetapi di setiap tower juga ada dan lebih banyak," tegas Misliah sambil menahan sakit.
Dirinya mengungkapkan, sampai saat ini pemerintah hanya memberikan pengobatan awal. Namun, belum ada langkah untuk membasmi serangga tersebut.
"Sudah melapor dan diberi salep sama petugas Puskesmas Duri Kosambi. Tapi dari pihak pengelola belum ada langkah membasmi," tutupnya.
(Septiana Ledysia/Indra Subagja)










































