Rakernas ini untuk mengevaluasi terhadap program-program yang telah dicanangkan 6 bulan yang lalu.
"Dalam Rakernas kita perlu melakukan langkah-langkah untuk penuntasan program-program yang telah dicanangkan pada bulan Januari lalu," kata Ferry.
Menurut Ferry, bila program-program tersebut tidak tercapai akan menjadi beban. Sebab harus diselesaikan dengan tuntas.
"Selain itu juga akan berpengaruh terhadap serapan anggaran," imbuh Ferry.
Dia mengatakan dalam program penyediaan lahan, saat ini telah diubah. Bukan lagi ganti rugi, namun dibeli. Negara yang akan membeli tanah warga tersebut.
"Ini supaya masyarakat yang tanahnya dibeli bisa cari tanah lagi," katanya.
Menurut Ferry, dalam hal pembelian tanah tersebut tidak hanya masalah memindahkan orang. Namun juga memindahkan kehidupan mereka.
Kalau mau memindahkan lanjut Ferry, harus 6 bulan sebelumnya. Ada anak-anak yang masih sekolah. Kalau langsung pindah mereka bisa nganggur atau tak sekolah.
"Hal-hal seperti ini, yang kadang-kadang tidak muncul dalam proses ganti rugi," paparnya.
Dia menambahkan di lokasi pembangunan status kepemilikan tanah juga tidak boleh beralih ke pihak ketiga. Sebab hal tersebut akan menyulitkan saat terjadi pembelian oleh pemerintah.
"Cara-cara seperti ini juga harus dibenahi," ujar Ferry.
(Bagus Kurniawan/Ferdinan)











































