Prarekonstruksi Munir Kemungkinan Ditunda
Kamis, 17 Feb 2005 19:07 WIB
Jakarta - Hingga kini, hari ke-4 pekan ke-3 bulan Februari, pihak PT Garuda Indonesia belum memberikan kepastian akan digelarnya prarekonstruksi. Prarekonstruksi dilakukan berkaitan dengan meninggalnya aktivis HAM Munir dalam Pesawat GA 974 7 September 2004 lalu.Padahal, sebelumnya pihak Garuda berjanji pada pihak penyidik Mabes Polri, prarekonstruksi akan dilakukan pada pekan ketiga bulan Februari yang jatuh pada pekan ini.Menurut keterangan penyidik kasus meninggalnya Munir, Kombes Pol Oktavianus Farfar, pihaknya hingga kini belum mendapat kepastian kapan prarekonstruksi akan digelar."Sekarang sudah hari Kamis, kemungkinan prarekonstruksi akan ditunda. Kita belum bisa pastikan, mungkin minggu depan. Kita masih menunggu kesiapan kru Garuda," katanya kepada wartawan di Mabes Polri, Jl.Trunojoyo, Jakarta, Kamis (17/2/2005).Menurutnya, kemungkinan prarekonstruksi dilakukan secara tertutup di dalam pesawat Garuda, karena tujuannya hanya untuk mengetahui kepastian posisi, tugas, dan alibi para kru yang saat itu bertugas di pesawat dari Jakarta, Singapura ke Amsterdam.Sementara itu, ketika ditanya wartawan mengenai kepastian keberangkatan penyidik ke Belanda untuk memeriksa sejumlah saksi yang kini tengah berada di negara tersebut, menurut Farfar, pihaknya masih menunggu kepastian dari KBRI di Belanda. "Hingga kini dua dari tiga saksi yang akan diperiksa belum memberikan kesediannya," ungkapnya.Dua orang saksi tersebut adalah sepasang suami istri Warga Negara Belanda bermarga Lie yang pada saat penerbangan duduk tepat di samping Munir. Sedangkan saksi lainnya adalah seorang Warga Negara Indonesia yang berada di Belanda dan bernama Emilie. Di pesawat, Emilie duduk di belakang Munir.Farfar menjelaskan, Emilie sudah menyatakan kesediannya untuk diperiksa, bahkan bila harus diperiksa di Jakarta.
(ast/)











































