"Mengapa anak-anak itu banyak sekali yang kena narkoba ya? Ibunya ke mana ya?" kata Mega dalam acara kuliah umum di gedung Lemhannas, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (28/5/2015). Turut hadir dalam acara ini Gubernur Lemhannas Budi Susilo Supandji dan Sekjen PDIP Hasto Kristyanto.
"Kalau sibuk, saya juga sibuk tapi kok kena anak-anak itu? Aneh buat saya," tambah putri Bung Karno itu.
Mega berpendapat permasalahan tentang narkoba sama dengan persoalan HIV/AIDS di Indonesia yang kebijakannya menuai pro dan kontra. Walau begitu, menurut Mega, masalah narkoba bukan masalah kelompok atau identitas orang tertentu tapi masalah bangsa.
"Ketika saya mencoba untuk berbicara narkoba dan HIV/AIDS, waktu menjadi presiden, kelihatan sekali menolak itu, di kami tidak ada. Ini bukan urusan kelompok atau orang per orang, ini urusan bangsa," ujar Mega.
Kemudian Mega melontarkan pertanyaan kepada ratusan peserta Lemhannas, tamu perkuliahan umum tersebut terkait narkoba. Ia bertanya-tanya ketika polisi mengungkap kasus narkoba, mengapa tak menunjukkan seluruh barang bukti?
"Kok saya tidak pernah lihat fotonya ya? Kalau dibuka begitu, umpama 10 kg diambil 1 kg saja sudah berapa harganya? Ya itu kan pertanyaan, bolehlah," ucap Mega yang disusul tawa para peserta kuliah umum.
Kemudian Mega menyinggung masalah keadilan di Indonesia, ia mengaku ayahnya Bung Karno tak pernah diadili di pengadilan tapi mendapatkan hukuman. Mega lalu membandingkan dengan Soeharto yang mendapatkan pengadilan namun karena sakit dan meninggal pengadilan itu dihentikan.
"Kenapa dulu Ayah saya tidak diadili ya? Padahal bolak balik kita tanya kenapa, Pak Harto saja diadili. Memang hukum di Indonesia ini tidak berkeadilan," ucap Mega.
(Hestiana Dharmastuti/Nurul Hidayati)











































