"Di rapat, itu yang kapan? Yang sekarang tidak ada pakai gelar," kata Frans kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/5/2015).
Dalam risalah rapat Komisi II yang diunggah di www.dpr.go.id, nama 'Dr. FRANS AGUNG MULA PUTRA, S.Sos, MH' tercantum saat rapat tanggal 16 Januari 2015. Menurut politikus Hanura ini, pencantuman gelar itu bukan atas permintaannya.
"Itu di Komisi II bukan saya yang minta," ucapnya.
Saat ini, nama Frans baik di absensi Komisi II maupun absensi rapat paripurna sudah tidak mencantumkan gelar doktor. Politikus asal Lampung ini punya alasan terkait 'hilangnya' gelar itu.
"Karena saya melihat, Barrack Obama tidak pakai gelar segala macam," ujar Frans.
Frans menjelaskan saat ini dia memang sedang kuliah doktoral di Universitas Satyagama, Jakarta. Dia belum lulus dan masih mencoba menyelesaikan disertasinya.
"Kalau teman-teman melihat info caleg, pendidikan saya kandidat doktor," pungkasnya.
Frans dilaporkan oleh mantan stafnya, Denty Novianty Sari soal dugaan gelar doktor palsu ke Mahkamah Kehormatan Dewan. Denty pun siap buka-bukaan di depan MKD soal hal itu.
(Indah Mutiara Kami/Ahmad Toriq)











































