Ahok Ditanya Anak SD, Kenapa Pejabat Bicara Tak Sopan?

Ahok Ditanya Anak SD, Kenapa Pejabat Bicara Tak Sopan?

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 28 Mei 2015 11:30 WIB
Ahok Ditanya Anak SD, Kenapa Pejabat Bicara Tak Sopan?
Jakarta - Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) kali ini kedatangan tamu siswa-siswi SD. Beragam pertanyaan dikemukakan anak-anak itu, salah satunya soal kesopanan pejabat dalam bertutur.

Sebanyak 70 anak SD Cikal yang beralamat ‎di Jalan TB Simatupang Cilandak Jakarta Selatan berkunjung menemui Ahok di Balai Kota DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (28/5/2015) pagi. Salah satu dari mereka bertanya kepada Ahok.

"‎Pertanyaan saya, kenapa zaman sekarang bahasanya tidak terlalu sopan dan campur-campur?" tanya siswa bernama Alda kepada Ahok.

Pertanyaan siswa kelas 2 SD ini diutarakannya menggunakan mikrofon sambil berdiri sekitar 5 meter dari tempat Ahok duduk. Ahok yang berkemeja batik lengan panjang menjawabnya dengan instruksi agar para pejabat bicara lebih sopan.

"‎Saya juga tidak tahu salahnya di mana‎. Makanya Bapak-bapak pejabat belajar ngomong yang sopan, nanti anak-anak jadi rusak (bila tidak diteladani bicara sopan)," kata Ahok.

Ahok menyoroti gaya bertutur pejabat yang seringkali mencampur Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris. Tapi terkadang Bahasa Inggris yang dicampur itu juga tidak tepat.

"Pejabat kalau ngomong Inggris juga salah. Misalnya event (acara) dibaca evén," ucap Ahok santai.‎

‎Lantas Ahok bercerita bahwa anaknya dulu pernah agak terkendala ketika berututur menggunakan Bahasa Indonesia karena dia belajar di sekolah‎ internasional dengan satu bahasa asing saja. Namun kini Ahok membenahi paradigma bahwa tak sepenuhnya segala hal yang asing itu lebih baik dari yang lokal.

"‎Karena dulu kita berpikir semua yang berbau asing itu yang superior. Mungkin sekarang kita mulai perbaiki. Kalau ini (SD Cikal) sekolah bilingual. Tapi kalau sekolah yang satu bahasa, anak saya sekolah di satu bahasa agak repot. Kalau ngomong pelan-pelan," tutur Ahok. ‎
‎‎
‎Ada pula siswa yang menanyakan kenapa Jakarta masih macet. Ahok-pun menjelaskan cukup panjang lebar, entah anak-anak ini mengerti atau tidak. Menurut Ahok, kemacetan ini terjadi karena Jakarta terlambat membangun infrastruktur transportasi.

"MRT itu harusnya dibangun pada 28 tahun yang lalu. Jalan layang tol semua juga harus dibangun," kata dia.

Ahok menyatakan rasio pemilik dan jumlah kendaraan di Jakarta juga tak imbang‎. Untuk mengatasi kemacetan, maka DKI membangun Mass Rapid Transit, Light Rail/Rapid Transit, dan Bus Rapid Transit. Ada pula pembangunan tol dalam kota.

"Masa depan Jakarta itu seperti itu," kata Ahok.

‎Ada pula siswa yang menanyakan soal masalah sosial yang tak asing mewarnai pemberitaan hingga perbincangan di tengah masyarakat, yakni konflik.

"Kenapa sekarang orang sering berantem (berkonflik)," tanya salah seorang siswa kepada Ahok.

Ahok menjawab bahwa 'berantem' itu disebabkan karena oknum politik yang ingin menang menggunakan isu-isu yang sensitif. Ahok santai menuturkan hal ini di depan anak-anak sekitar usia tujuh tahun ini.

"‎Mungkin (sebab konflik) karena oknum politik yang nggak bisa bersaing menjual agama. Kalau dia mau membohongi orang (masyarakat), dia bilang harus pilih yang seiman seagama. Bila di wilayah yang mayoritas Kristen, oknum yang menjual agama juga bilang jangan pilih Islam. Misalnya," tutur Ahok.

(Danu Damarjati/Mega Putra Ratya)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads