Pasukan Australia Tinggalkan Aceh Sebelum 26 Maret
Kamis, 17 Feb 2005 16:52 WIB
Banda Aceh - Pasukan Australia akan meninggalkan Aceh sebelum 26 Maret mendatang. Demikian juga pasukan Australia yang berada di kota lain di Indonesia seperti Medan dan Jakarta yang selama ini mendukung kegiatan kemanusiaan pasukan Australia di Aceh. "Tugas satuan zeni akan selesai pada 5 Maret. Jumlah kami seluruhnya sekitar seribu personel. Setelah kami pergi atau kemungkinan untuk memperpanjang masa tugas kami di sini, saya tidak bisa menjawabnya," ujar Philip Smith, Squadron Leader Australia pada wartawan di Pendopo Gubernur NAD, Kamis (17/2/2005). Selama di Aceh, pasukan Australia bertugas di bidang kesehatan, penyaringan air bersih, operasional alat-alat berat, memperbaiki jalan, konstruksi, membuat peta, dan membersihkan bahan-bahan kimia yang berbahaya. "Kami sudah mendirikan tiga titik air bersih, satu di depan Kodam, satu di pengungsian dan satunya lagi di halam Rumah Sakit Zainoel Abidin," terangnya. Penyaringan air di depan Kodam Iskandar Muda saat ini sudah diserahkan pengelolaannya kepada PMI. Sementara itu dari pantauan detikcom di beberapa lokasi yang terkena tsunami di Banda Aceh, seperti di Keudah dan Peunayong, beberapa pasukan Australia masih terlihat membersihkan sejumlah selokan dan mengangkat puing-puing reruntuhan rumah dengan menggunakan alat berat.
(asy/)











































