Pengasuh Club Astronomi Santri Pesantren Modren Assalam (CASSA) Sukoharjo, Nama AR Sugeng, mengatakan sebagai dampak terjadinya peredaraan semu perlintasan matahari maka setiap tahun selalu terjadi peristiwa di mana matahari tepat di atas kawasan tertentu di bumi pada jam tertentu pula.
"Ada pergerakan semu matahari dari selatan ke utara dan sebaliknya di setiap tahun dengan titik balik di garis lintang 23,5 derajat LS dan 23,5 LU. Karenanya, semua daerah di bawah garis lintang itu akan terlalui. Kota Makkah berada pada 21,25 LU sehingga termasuk yang ikut terlalui garis peredaran semu itu tadi," papar AR Sugeng, Kamis, (28/5/2015).
Saat ini matahari bergerak dari selatan ke utara. Dalam pergerakannya itu, matahari akan tepat berada di atas Kakbah pada tanggal 10 Sya'ban atau 28 Mei 2015 pada pukul 12.18 WAS atau 16.18 WIB. Matahari akan berada pada titik 23,5 derajat pada 21 Juni mendatang. Selanjutnya matahari akan bergerak lagi ke selatan dan akan kembali tepat di atas Kakbah pada 16 Juli mendatang pada pukul 12.27 WAS atau 16.27 WIB.
"Biasanya disebut yaumu rashdil qiblat, hari penetapan kiblat, karena nanti pada pukul 16.18 WIB seluruh bayangan benda vertikal akan tepat mengarah ke Kakbah. Kejadian ini bisa digunakan untuk membenahi lagi arah kiblat masjid karena kemungkinan setiap saat ada pergeseran yang ikut menggeser arah kiblat yang sebelumnya telah lurus, misalnya akibat gempa bumi atau pergerakan lempeng bumi," lanjutnya.
Penetapan kiblat melalui arah bayangan matahari pada yaumu rashdil qiblat, kata Sugeng, hanyalah salah satu metode dari banyak cara yang bisa dilakukan. Namun cara seperti itu biasanya dipilih banyak orang karena murah, mudah dan memiliki tingkat akurasi tinggi karena sesuai dengan pedoman alam yaitu arah bayangan benda oleh sinar matahari yang tidak mungkin bisa dibelokkan.
"Cukup menggunakan sebuah benda yang dipasang berdiri vertikal secara tegak lurus, pada jam saat matahari tepat di atas Kakbah maka bayangannya pasti mengarah ke Kakbah. Cara ini sudah dipakai berabad-abad oleh kalangan muslim yang pada saat tersebut di kawasan tempat tinggalnya masih terdapat sinar matahari dan cuacanya sedang cerah," ujarnya.
(Muchus Budi R./Khairul Ikhwan)











































