"Ini islah parsial bukan komprehensif. Sebagai negarawan dan tokoh senior, beliau (Jusuf Kalla) mencoba wacana baru. Karena jangan sampai ada catatan sejarah Golkar tak ikut pilkada," kata Yorrys usai rapat pleno di lantai 4, kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (27/5/2015).
Yorrys optimis meski parsial, islah ini menjadi jalan agar kader daerah bisa tertampung untuk menuju Pilkada serentak. Menurutnya, upaya yang dimediasi JK ini perlu didukung agar kader daerah yang maju di Pilkada tak kehilangan arah.
Ia menyebut 59 persen dari 269 pilkada merupakan kader Golkar yang akan maju. "Kader jangan sampai kehilangan pegangan. Kesepakatan awal bagaimana rumusan terbaik proses penjaringan yang terbaik. Ada satu kepastian dan keyakinan sebagai kader Golkar yaitu mengacu proses ini," sebut Yorrys.
Kemudian, dalam proses islah sementara ini, kata dia, upaya hukum seperti pengajuan banding akan tetap dilakukan.
Terkait kepengurusan yang berhak tandatangan pengajuan kader, ia menekankan hal itu akan ditentukan Komisi Pemilihan Umum.
"Maka tunggu sampai 26 Juli yang jadi mulai pendaftaran calon kepala daerah. Kita tunggu nih. Tapi, KPU selalu berpegang tentang mekanisme sesuai AD/ART," ujarnya.
(Hardani Triyoga/Ikhwanul Khabibi)










































