Dalam keterangannya, Rabu (27/5/2015), Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende menyatakan, para pelaku diperkirakan sebanyak 18 orang. Setelah melakukan penembakan Selasa (26/5) malam, kelompok itu melarikan diri ke hutan sekitar Distrik Mulia yang medannya berupa gunung terjal.
“Sebanyak 70 anggota saya dari Brimob diperbantukan di sana, dan didukung TNI sedang melakukan pengejaran kelompok pelaku penembakan yang lari ke hutan Puncak Jaya,” ujar Yotje usai menggelar rapat dengan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Frasen G Siahaan di Mapolda Papua.
Disebutkan Yotje, penembakan terhadap warga sipil oleh KSB pimpinan Tengahmati Telenggen merupakan pelanggaran hukum. Sebab itu pelaku harus bertanggung jawab.
“Kita akan kejar dan anggota Brimob yang ada di atas sudah diperintahkan Kapolres menangkap hidup atau mati,” tegas Kapolda.
Masih menurut Yonje, KSB pimpinan Tengahmati ini tidak banyak, hanya 18 orang. Senjata yang mereka memiliki sekitar sampai 7 hingga 8 pucuk.
“Kita kejar terus, namun tetap waspada sebab mereka pegang senjata. Bagi saya permasalahan ini terakhir. Kita tidak akan menyerah, mereka harus cari dan ditindak tegas,” tegas Kapolda.
Satu orang tewas dan lima warga sipil lainnya menderita luka setelah ditembak para pelaku. Para korban segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mulia, Punjak Jaya untuk mendapatkan perawatan. Namun hari ini, tiga korban terpaksa dievakuasi ke Jayapura untuk mendapat perawatan lanjutan.
(Khairul Ikhwan/Triono Wahyu Sudibyo)










































