Pernah Diusir dari Sidang, Mantan Wakil Ketua MK Ingin Jadi Pengawas Hakim

Seleksi Pimpinan KY

Pernah Diusir dari Sidang, Mantan Wakil Ketua MK Ingin Jadi Pengawas Hakim

Rivki - detikNews
Rabu, 27 Mei 2015 14:19 WIB
Pernah Diusir dari Sidang, Mantan Wakil Ketua MK Ingin Jadi Pengawas Hakim
Harjono (ari/detikcom)
Jakarta - Bursa calon pimpinan Komisi Yudisial (KY) semakin dinamis. Lima komisioner aktif, mantan hakim konstitusi hingga guru besar UGM lolos seleksi administrasi.

Mantan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) mengaku ingin mendaftar jadi komisioner karena pengalaman buruk di pengadilan sewaktu mahasiswa.

"Saya tahun 1970-an masih mahasiswa. Saya melakukan penelitian di Pengadilan Negeri (PN) Madiun. Ketika itu saya mau lihat sidang orang yang dipidana karena menabrak pakai mobil. Entahlah terdakwa itu anak pejabat mana," cerita Harjono saat dihubungi wartawan, Rabu (27/5/2015).

Tapi Harjono tiba-tiba diusir dari ruang sidang. Padahal sidang tersebut dibuka hakim dan dinyatakan terbuka untuk umum. Harjono bingung mengapa dirinya diusir atas perintah hakim.

"Pas saya diusir panitera, saya bilang ini kan sidang terbuka. Kata si panitera, nanti jendelanya dibuka. Jadi saya bisa lihat sidang itu dari jendela saja," ujar mantan hakim konstitusi 2 periode yaitu 2003-2008 dan 2009-2014.

Menurut Harjono hal-hal itu membuat dirinya miris dengan perilaku hakim. Selain pengalaman menjadi mahasiswa, Harjono juga sempat kaget pada tahun 1997. Kala itu dia hendak pulang dari Jakarta ke Surabaya. Begitu di ruang tunggu bandara, dia mendengar percakapan seorang ibu dengan pengacaranya.

"Si pengacara bilang ke ibu itu, soal perkara. Pengacara bilang dirinya bakal menang bahkan hakim nya pun bersedia menemui pengacara itu. Enggak lama setelah ngomong, beneran si hakim itu muncul di bandara. Saya yakin dia hakim karena dia pakai pin kehakiman pada saat itu," ujar Harjono yang menegaskan pengalaman itu tak akan pernah dilupakan.

Pengajar Universitas Airlangga itu geram dengan sikap hakim-hakim seperti itu. Untuk itu dia bersedia menjadi pimpinan KY supaya marwah hakim tetap terjaga.

"Jadi saya daftar ini berangkat dari pengalaman masa lalu saya," pungkas Harjono.

(Rivki/Andi Saputra)


Berita Terkait