"Kalau dia masuk ke wilayah etik, semua anggota dewan kalau senang begitu-begitu, lucuti, bakar ijazah, kembali ke gelar asli," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2015).
Fahri menuturkan tidak perlu strata pendidikan tinggi untuk jadi anggota DPR, lulusan SMA pun bisa. Dia pun merasa heran dengan orang-orang yang mendewakan gelar.
"Kok banyak orang-orang agak terhormat kok mau? Ini ada sakit juga. Kita harus periksa diri kita. Jangan-jangan di masyarakat kita ini wabah penyakit tertentu yang gila hormat. Kepalsuan ini harus diberantas," tegas Wasekjen PKS ini.
Menurut Fahri, orang-orang yang secara sengaja memasang gelar palsu berarti memang bermasalah. Dia meminta masalah etika anggota DPR dibereskan, termasuk dengan memeriksa semua ijazah.
"Orang secara sadar taruh gelar doktor padahal dia tidak sekolah. Secara etik itu ada masalah. Kita anggota dewan gini-gini etikanya harus selesai," ujar Fahri.
(Indah Mutiara Kami/Ahmad Toriq)











































