"Bu Lanny itu natural aja penampilannya," ujar salah satu mahasiswa semester IV, Mega Indah kepada detikcom, Rabu (27/5/2015).
Mega menyebut bahwa Lanny pernah menggunakan sepatu kets saat mengajar. Lanny juga sering membawa ransel saat mengajar. Padahal dosen lain membawa tas yang lebih feminin.
Soal rambut pun Lanny tidak formal-formal amat. Bila biasanya dosen lain menata atau paling tidak mengikat rambutnya, Lenny bahkan membiarkan saja rambutnya berantakan.
"Ya dibiarkan saja rambutnya berantakan seperti itu. Nggak mengurangi kualitas mengajarnya kok," ucap Mega.
Dalam daftar kekayaannya, Lanny memiliki sebuah rumah yang ia beli mencicil dan sudah lunas. Ia juga memiliki 2 unit apartemen yang disewakan. Dia juga memiliki sebuah kos-kosan 8 pintu dengan tarif Rp 200 ribu per kamar. Adapun rumah di Situbondo merupakan warisan dari mertua. Ia juga mempunyai sebidang tanah yang dibelikan suaminya atas nama anaknya. Tabungannya sendiri terdapat saldo Rp 617 juta. Total kekayaan Rp 6 miliar adalah akumulasi dari harta warisan dan cara dia mengelola kekayaan keluarganya itu.
"Saya rajin menabung karena single parent. Baju kadang-kadang saya pakai sampai 15 tahun, sepatu sampai sobek. Baju dua minggu digilir-gilir, itu bisa. Tapi alhamdulillah, saya punya lebih dari 14 baju," kata Lanny saat ikut wawancara terbuka calon hakim agung di KY.
Nama Lanny kini sudah dikantongi Komisi Yudisial (KY) bersama 17 calon hakim agung lainnya. Jika dinyatakan memenuhi kualifikasi sebagai hakim agung, nama Lanny lalu disodorkanke DPR untuk menyetujuinya.
(Imam Wahyudiyanta/Andi Saputra)











































