Agar Tanah di Jakarta Tak Semakin Turun: Gedung Pemerintah Stop Pakai Air Tanah

Agar Tanah di Jakarta Tak Semakin Turun: Gedung Pemerintah Stop Pakai Air Tanah

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 26 Mei 2015 18:48 WIB
Jakarta - Tanah di Jakarta semakin turun. Salah satu penyebabnya karena urusan air tanah. Solusi agar tanah di Jakarta tidak semakin turun, yakni menyetop pengambilan air tanah dalam. Paling tidak, gedung-gedung pemerintah tak usah lagi mengambil air tanah dalam bila sudah punya suplai dari PDAM.

Namun pengambilan air tanah dangkal tidak terlalu berpengaruh terhadap ‎penurunan muka tanah, sehingga tak perlu dilarang.

"Menyetop gedung-gedung pemerintahan untuk tidak mengambil air tanah," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dalam diskusi di balai kota DKI, Jakarta, Selasa (26/5/2015).

Nantinya, suplai air akan didatangkan dari Waduk Jatiluhur‎. Perda juga disiapkan untuk mengatur pengambilan air oleh gedung-gedung pemerintah.

Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama atau Ahok dalam diskusi menyatakan bakal menjalankan reklamasi untuk mengurangi dampak penurunan muka tanah. Juga, Pemprov DKI yang dipimpinnya akan bekerja keras untuk ‎memikirkan pengelolaan air.

"Kami sepakat untuk membuat investasi besar dalam pengelolaan air," kata Ahok dalam Bahasa Inggris.

Acara ini dihadiri oleh ahli‎ dari luar negeri, antara lain dari Amerika Serikat, Thailand, Belanda, dan Itali. Ada juga ahli dari Indonesia, antara lain Profesor Widjojo Prakoso dari UI, Abdurrachman Assegaf dari Trisakti, Profesor Hasanuddin Z Abidin, Lambok Hutasoit, dan Masyhur Irsyam dari ITB. Ada juga Muhammad Warid dari Badan Geologi

(Danu Damarjati/Indra Subagja)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads