"Saya sependapat bahwa target US$ 1 Miliar akan bisa tercapai," kata Vladimir Andreichenko saat menerima Irman Gusman dan rombongan anggota DPD RI. Pertemuan berlangsung di Gedung Senat, Minsk, Belarus, Selasa (26/5/2015).
Untuk itu, kata Andreichenko, semua pihak termasuk parlemen harus bekerja keras mewujudkan terget tersebut. "Belarus serius ingin mengembangkan kerjamasama dengan Indonesia," kata dia.
Menurut Andreichenko, saat ini pemimpin Belarus dan Indonesia tengah mempertimbangkan sejumlah kesepakatan kerjasama di bidang pendidikan, dan investasi. "Saya yakin kalau kita menindaklanjuti kesepakatan yang dibuat, terget volume perdagangan US$ 1 miliar bisa tercapai," kata Andreichenko.
Volume perdagangan Indonesia dengan Belarus selama ini terus mengalami kenaikan. Pada tahun 1995 angkanya masih US$ 20 juta, namun akhir 2014 sudah mencapai US$ 215 juta.
Angka tersebut meningkat 1,8 kali lipat pada tri wulan pertama tahun ini.
Ekspor utama Indonesia ke Belarus antara lain; Tembakau, Elektronik, Karet Alam, Tekstil, Polyester, kayu dan furniture, serta rempah-rempah.
Sementara impor utama Indonesia dari Belarus antara lain; Potassium chloride (potash), ban truck besar (dump truck), benang sintetis, filamen, transmission shaft, alat-alat pertanian, dan beragam jenis metal.
(Erwin Dariyanto/Andri Haryanto)










































