Diskusi digelar di Ruang Pola Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2015) sore.
"Hanya 15 tahun lagi, tak akan ada sungai yang mengalir di Jakarta," kata Basuki dalam Bahasa Inggris.
Ini karena penurunan muka tanah (subsidence) di Jakarta disebut Basuki berkisar 10 centimeter hingga 12 centimeter per tahun. Dalam kesimpulan diskusi, Basuki menyatakan penurunan muka tanah disebabkan oleh pengambilan air tanah untuk suplai air di Jakarta. Inilah kesimpulan utama dalam diskusi.
"Juga, gedung tinggi menekan dari atas. Kemudian, ada 'natural settlement' di atas Jakarta yang tanahnya adalah sedimen laut yang lunak," imbuhnya kepada wartawan usai diskusi.
Acara ini dihadiri oleh ahli dari luar negeri, antara lain dari Amerika Serikat, Thailand, Belanda, dan Itali. Ada juga ahli dari Indonesia, antara lain Profesor Widjojo Prakoso dari UI, Abdurrachman Assegaf dari Trisakti, Profesor Hasanuddin Z Abidin, Lambok Hutasoit, dan Masyhur Irsyam dari ITB. Ada juga Muhammad Warid dari Badan Geologi
(Danu Damarjati/Indra Subagja)











































