Roy mengungkapkan sampel yang diuji berasal dari area penjualan beras yang di Bekasi dan beberapa titik lain di sekitarnya. Termasuk juga sampel yang sama digunakan oleh Sucofindo.
"Kami ingin sampaikan bahwa hasil uji kami negatif sudah disampaikan. Sampel yang dari sucofindo pun negatif. Tadi malam kami peroleh yang kami lakukan pengujian," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (26/5/2015)
Roy sempat menanyakan persoalan ini kepada pihak World Health Organisation (WHO) pada 21 Mei lalu. Namun kasus serupa ternyata juga tidak pernah terjadi.
"Tanggal 21 mei 2015, BPOM sebagai emergency contact point dari international food safety network yang merupakan turunan dari WHO, kami menanyakan apa kasus serupa pernah terjadi. Bahwa tidak pernah ada kasus serupa. Jadi jelas kami sampaikan, masyarakat dihimbau tenang," paparnya.
BPOM tetap akan mengawasi produk yang beredar dan dicurigai memiliki kandungan yang tidak sesuai dengan yang seharusnya.
"Kami telah instruksikan jajaran POM di daerah untuk kerjasama dengan lintas sektor dinas terkait untuk mengawal kasus ini untuk siap menguji jika diduga ada. Sejauh ini tidak pernah ada dilaporkan," tukasnya.
(Maikel Jefriando/Indra Subagja)











































