"Harga plastik jauh lebih tinggi dari harga beras. Harga plastik Rp 12.000 per kg, harga beras Rp 7000-8000 per kg. Tidak mungkin untuk dikomersilkan," kata Amran kepada wartawan usai raker dengan Komisi IV di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2015).
Menurut Amran, kalau memang tujuannya adalah komersil, seharusnya oknum-oknum tersebut langsung menjual plastiknya. Dia menganggap tak ada keuntungan dari pencampuran beras dan plastik.
"Kalau mau dikomersilkan ya langsung saja jual plastiknya, tidak usah campur beras. Ini kan merugikan mereka kalau mau dicampur ke beras," ucapnya.
Di tengah isu beras campur plastik, Amran memastikan stok beras aman hingga lebaran. Dia pun meminta masyarakat tak perlu resah.
"Panen kita Januari sampai April itu jumlahnya 32 juta ton, ekivalen dengan 20 juta ton beras. Itu konsumsi kita per bulan 22,5 juta - 26 juta berarti setara 6-7 bulan ke depan. Sampai lebaran aman," tegasnya.
Mentan dengan berbagai pihak sudah melakukan sidak ke beberapa daerah di antaranya Cibinong dan Depok. Di sana, Mentan tidak menemukan beras campur plastik sehingga masyarakat diminta tetap tenang.
"Masyarakat Indonesia tenang saja, saya yakin ini terjadi pada tempat yang tidak menyebar luas, kalaupun ada. Aman. Kami minta masyarakat cinta produk dalam negeri," tutup Amran.
(Indah Mutiara Kami/Indra Subagja)











































