Sopir Bus: Jalan Masuk Terminal Sempit, Tak Mungkin Naik Turunkan Penumpang

Terminal Rawamangun Bikin Marah Ahok

Sopir Bus: Jalan Masuk Terminal Sempit, Tak Mungkin Naik Turunkan Penumpang

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Selasa, 26 Mei 2015 16:42 WIB
Sopir Bus: Jalan Masuk Terminal Sempit, Tak Mungkin Naik Turunkan Penumpang
foto: edward/detikcom
Jakarta - Meski baru saja direnovasi Rp 47 miliar, namun Terminal Rawamangun tak bisa dimasuki bus-bus angkutan umum. Penyebabnya karena jalur masuk bus yang sangat sempit sehingga bus tak cukup untuk memasuki terminal.

"Jalurnya sempit. Pas masuk sudah sempit, jadi kalau pun bagian depan bus masuk, bagian tengahnya akan nyangkut dan tidak bisa berbelok karena rata-rata bus long sasis," kata sopir bus AKAP Safari, Hendrik, di terminal Rawamangun, Jl Paus, Jakarta Timur, Selasa (26/5/2015).

Selain jalur masuk, hal lain yang dikeluhkan yakni jalur naik penumpang sangat mepet dengan tembok atau hanya berjarak 30 cm dan membuat penumpang tidak nyaman.

"Di pintu keluar cuma disisakan 30 cm untuk penumpang naik turun. Jadi itu nggak mungkin. Jaraknya sangat mepet sama tembok," sambungnya.

Hal senada juga disampaikan disampaikan oleh sopir bus AKAP Nusantara, Joko. Ia mengatakan sempitnya jalur itu akhirnya memaksa bus mengambil penumpang di luar terminal. Alhasil, kemacetan pun tak terhindarkan.

"Kalau di luar kita sadar bikin macet. Ujung-ujungnya kita yang disalahin sementara kita mau nyalahin siapa? Masa pengelola terminal," ucap Joko.

Baik Joko maupun Hendrik mengatakan sebenarnya mereka lebih memilih untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di dalam terminal. Pasalnya, jika mereka berhenti di pinggir jalan, paling lama mereka hanya bisa berhenti 10 menit. Langkah ini diambil Dinas Perhubungan untuk mengurangi kemacetan di sekitar terminal.

"Lebih enak ngetem di dalam (terminal). Kalau di luar, buat nyari penumpang nggak bisa lama-lama. Maksimal 10 menit," ucap Joko.

Sore ini kemacetan di sekitar terminal kembali terjadi. Bus-bus angkutan umum seperti Metromini, bus AKAP, Mikrolet, bus Damri bandara, APTB, menurunkan dan menaikkan penumpang di luar terminal.

Bus-bus yang menunggu penumpang mengambil 2 lajur dari 3 lajur jalan. Akhirnya, kendaraan yang melewati terminal hanya menggunakan 1 lajur.

Kondisi terminal yang tidak sesuai harapan ini membuat Gubernur Ahok menyuruh Dishub DKI Jakarta untuk menggugat konsultan pembangunan terminal itu.

"Kita mau kirim surat gugatan ke konsultannya. Masa buat desain yang bus nggak bisa masuk naik karena sempit. Ini apa-apaan?" kata Ahok, Senin (25/5/2015).

(Mulya Nurbilkis/Nurul Hidayati)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads