"Keduanya hidup berpindah-pindah. Pernah di Kalsel, Kalteng, dan akhirnya ditangkap di Kaltim," kata Kanit Resmob Polda Kalsel AKP Arief Prasetya kepada detikcom, Selasa (26/5/2015).
Anwar dan istrinya dibekuk di sebuah rumah kos di Penajam Paser Utara, Minggu (24/5) malam. Di tempat keduanya menginap sebelumnya, yakni sebuah hotel di Hulu Sungai Tengah, Kalsel, ditemukan uang Rp 544 juta di sandaran tempat tidur. Sebanyak Rp 470 juta lainnya ditemukan di dalam kasur.
Penggeledahan dilakukan Resmob Polda Kalsel dan tim gabungan polres serta dipimpin Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Sahril Saharda.
Polisi juga menggeledah rumah kontrakan pasutri tersebut di Jl Pelita Buntok, Barito Selatan, Kalteng. Mereka menyita beberapa barang bukti di antaranya uang palsu, seperangkat komputer dan printer, flashdisk, dan foto-foto pelaku.
"Uang tersebut dipamerkan ke calon korban bahwa mereka bisa menggandakan uang. Jumlah korban 5 orang, masih dikembangkan untuk kemungkinan korban lain," jelas Arief.
Β
Saat diinterogasi, Anwar dan istrinya mengaku mencetak uang palsu sejak Maret 2014. Keduanya hidup berpindah untuk menghindari kejaran korban dan polisi. Tapi kali ini, mereka tak bisa berkutik.
(Triono Wahyu Sudibyo/Elvan Dany Sutrisno)










































